PEKANBARU (TUAH) – Enam pemuda asal Riau berhasil lolos pada tahap Penilaian Kelayakan Substansi dan Persyaratan Administrasi dalam Program Pemanfaatan Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan melalui Dana Indonesian. Hasil seleksi tersebut diumumkan secara resmi pada Senin (27/7/2026).
Tim delegasi Riau mengajukan proposal bertajuk "Diplomasi Budaya Melayu di Jepang Melalui Seminar, Pelatihan, dan Pertunjukan Syair serta Puisi Melayu" dengan kode proposal DAKB-2026-DIB-2639. Proposal tersebut bersaing pada kategori Dukungan Interaksi Budaya (DIB) dan dinyatakan memenuhi syarat untuk melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya.
Enam pemuda yang tergabung dalam tim tersebut adalah Juwandi, Jefrizal atau Jefri Al Malay, M. Rafiz Edrianto, M. Mukrizal, Monda Gianes, dan Siska Armiza. Apabila seluruh tahapan verifikasi dan seleksi akhir dapat dilalui dengan baik, mereka dijadwalkan menjadi delegasi Indonesia yang akan melaksanakan misi diplomasi budaya Melayu di Jepang pada Oktober 2026.
Juwandi mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan melewati tahap awal menjadi motivasi untuk terus mempersiapkan diri menghadapi proses seleksi lanjutan.
"Alhamdulillah, ini merupakan langkah awal yang sangat berharga bagi kami. Kami sangat bersyukur bisa lolos di tahap penilaian substansi dan administrasi ini. Semoga seluruh tahapan seleksi selanjutnya dapat berjalan dengan baik dan lancar, sehingga kami berenam dapat berangkat bersama-sama untuk menjalankan misi kebudayaan ini," ujar Juwandi, Selasa (28/7/2026).
Hal senada disampaikan Jefri Al Malay. Ia menilai kesempatan tersebut menjadi penyemangat bagi tim untuk mematangkan materi kebudayaan Melayu yang akan diperkenalkan kepada masyarakat internasional.
"Pencapaian ini menjadi penambah motivasi bagi kami untuk terus memantapkan persiapan. Misi yang kami bawa tidak hanya sekadar pertunjukan, tetapi juga mencakup seminar dan pelatihan seni tutur Melayu seperti syair dan puisi. Kami berharap seluruh rangkaian proses seleksi ke depan dipermudah sehingga rencana keberangkatan pada Oktober 2026 nanti dapat terealisasi secara maksimal," katanya.
Saat ini, tim masih menunggu informasi lanjutan dari Kementerian Kebudayaan terkait tahapan berikutnya. Pemberitahuan resmi akan disampaikan melalui surat elektronik (email) yang telah didaftarkan masing-masing peserta.
Keberhasilan enam pemuda Riau menembus seleksi awal ini menjadi harapan baru bagi pelestarian sekaligus promosi budaya Melayu di tingkat internasional. Jika seluruh tahapan dapat dilalui, misi budaya tersebut diharapkan mampu memperkenalkan kekayaan seni tutur Melayu kepada masyarakat Jepang sekaligus mengharumkan nama Riau dan Indonesia di kancah global.