Rabu, 29 Juli 2026 · WIB
TUAH

Jernih dalam Memahami.

Feature · Otomotif

Harga Mobil Listrik di Jepang Turun Drastis Berkat Subsidi Pemerintah

Harga Mobil Listrik di Jepang Turun Drastis Berkat Subsidi Pemerintah
Dokumentasi Nissan

Pemerintah Jepang dan Pemerintah Metropolitan Tokyo menawarkan subsidi yang membuat harga mobil listrik baru seperti Nissan Sakura menjadi sangat murah, bahkan lebih murah dari versi bekasnya. Dengan subsidi, harga mobil listrik baru bisa turun menjadi sekitar Rp62 juta, sehingga penjualan mobil listrik di Jepang melonjak hampir tiga kali lipat pada kuartal April-Juni.

Pemerintah Jepang dan Pemerintah Metropolitan Tokyo menawarkan subsidi untuk pembelian mobil listrik. Subsidi ini dapat mengurangi harga mobil listrik baru, seperti Nissan Sakura, menjadi sekitar 560.000 yen atau Rp62,42 juta.

Harga ini lebih murah daripada harga mobil listrik bekas di pasaran. Fenomena ini terjadi karena Nissan Sakura dapat menerima dua subsidi sekaligus, yaitu subsidi nasional sebesar 580.000 yen dan subsidi Tokyo sebesar 1,3 juta yen.

Subsidi ini dapat digabungkan, sehingga total subsidi yang diterima oleh pembeli dapat mencapai sekitar Rp209,5 juta. Dengan demikian, harga mobil listrik baru dapat dipangkas menjadi sekitar Rp62,4 juta.

Cara kerja subsidi ini melibatkan dua lapis, yaitu subsidi pemerintah pusat dan subsidi pemerintah daerah. Pemerintah Jepang telah menaikkan plafon subsidi pembelian mobil listrik menjadi 1,3 juta yen, sedangkan Pemerintah Metropolitan Tokyo juga menaikkan plafon subsidinya menjadi 1,3 juta yen.

Mekanisme subsidi Tokyo ini bertingkat, di mana mobil listrik dari Nissan, Honda, dan Toyota dapat menerima subsidi 900.000 yen, dan sisanya dapat diterima jika pembeli memenuhi syarat tertentu.

Dengan skema ini, harga mobil listrik baru di Tokyo dapat dipangkas menjadi sangat murah, bahkan lebih murah daripada harga mobil listrik bekas. Penjualan mobil listrik di Jepang telah melonjak, dengan penjualan mobil listrik penumpang mencapai 32.378 unit pada kuartal April-Juni, hampir tiga kali lipat dari periode sama tahun lalu.

Honda, Tesla, dan Toyota telah mencetak lonjakan penjualan yang signifikan, dengan Honda mencetak lonjakan paling dramatis. Penjualan mobil listrik di Jepang diprediksi akan terus meningkat, dengan subsidi pemerintah dan insentif lainnya yang mendukung pertumbuhan industri mobil listrik.

Yang Perlu Anda Ingat:

  • Harga mobil listrik baru di Jepang, khususnya Tokyo, dapat lebih rendah dari harga unit bekasnya.
  • Fenomena ini disebabkan oleh subsidi ganda dari pemerintah pusat Jepang dan pemerintah kota Tokyo.
  • Contoh mobil yang terdampak adalah Nissan Sakura, dengan harga baru bisa mencapai sekitar Rp60 jutaan.
Bagikan
S
Penulis
Shanum Ahmad

Jurnalis bisnis dan isu indonesia dan internasional