Rabu, 29 Juli 2026 · WIB
TUAH

Jernih dalam Memahami.

Breaking · Riau

Benteng Pesisir Bengkalis Terancam, Gerakan Aksi Hijau Perkuat Pelestarian Mangrove

Benteng Pesisir Bengkalis Terancam, Gerakan Aksi Hijau Perkuat Pelestarian Mangrove
Generate ai/istimewa

Sebagai daerah kepulauan dengan garis pantai yang panjang, Kabupaten Bengkalis memiliki ketergantungan tinggi terhadap keberadaan hutan mangrove

BENGKALIS (TUAH) – Memperingati Hari Mangrove Sedunia yang jatuh setiap 26 Juli, Gerakan Aksi Hijau kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan ekosistem mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Bengkalis. Upaya ini dinilai semakin penting mengingat meningkatnya ancaman abrasi, intrusi air laut, hingga dampak perubahan iklim yang mengancam kawasan pesisir.

Sebagai daerah kepulauan dengan garis pantai yang panjang, Kabupaten Bengkalis memiliki ketergantungan tinggi terhadap keberadaan hutan mangrove. Selain berfungsi sebagai benteng alami penahan abrasi dan gelombang, mangrove juga menjadi penyerap karbon biru (blue carbon), habitat berbagai biota laut, serta penopang kehidupan masyarakat pesisir yang menggantungkan ekonomi dari sumber daya laut.

Inisiator Gerakan Aksi Hijau, Nur Fajri Hermawan, mengatakan peringatan Hari Mangrove Sedunia seharusnya menjadi momentum memperkuat aksi nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan.

"Mangrove adalah benteng kehidupan. Ketika mangrove rusak, pesisir kehilangan perlindungan, keanekaragaman hayati terancam, dan masyarakat lokal yang paling merasakan dampaknya. Menjaga mangrove bukan sekadar kegiatan lingkungan, tetapi tanggung jawab moral kepada generasi mendatang," ujarnya.

Menurut Fajri, upaya pelestarian mangrove tidak cukup hanya dengan penanaman bibit. Dibutuhkan langkah berkelanjutan melalui edukasi kepada masyarakat, pengawasan kawasan pesisir, penelitian, serta membangun kesadaran kolektif agar ekosistem mangrove tetap terjaga.

Sementara itu, Ketua Gerakan Aksi Hijau, Putri Nabila, menegaskan pihaknya terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan pelestarian lingkungan. Selain aksi penanaman, komunitas juga aktif menggelar kampanye kesadaran publik dan edukasi di sekolah maupun perguruan tinggi.

"Kami berkomitmen terus hadir melalui edukasi, kampanye lingkungan, serta aksi penanaman mangrove bersama masyarakat. Kami percaya perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten," kata Putri.

Gerakan Aksi Hijau juga membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga komunitas lingkungan sebagai bagian dari upaya bersama menjaga ketahanan pesisir Bengkalis.

Melalui semangat "Menjaga Alam, Wujudkan Keadilan Antar Generasi," Gerakan Aksi Hijau mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan pelestarian mangrove sebagai gerakan bersama. Setiap pohon mangrove yang ditanam dan dirawat hari ini merupakan investasi ekologis untuk menjaga pesisir Bengkalis tetap lestari serta memberikan manfaat bagi generasi yang akan datang.(Rls)

Bagikan
D
Penulis
Danpe

Jurnalis teknologi dan isu Riau. Menulis dengan pendekatan data.