Senin, 7 September 2026 · WIB
TUAH

Jernih dalam Memahami.

Breaking

Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Puluhan Siswa SMKN 1 Tapung Hulu Dilarikan ke Fasilitas Kesehatan

Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Puluhan Siswa SMKN 1 Tapung Hulu Dilarikan ke Fasilitas Kesehatan
Generate ai/internet

Para siswa kemudian mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya Puskesmas Tapung, Puskesmas Tapung Hulu serta fasilitas kesehatan di wilayah Tandun.

KAMPAR (TUAH) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kampar, Riau, kembali menjadi sorotan. Puluhan siswa SMK Negeri 1 Tapung Hulu diduga mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan program MBG.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (18/8/2026). Sejumlah siswa dilaporkan mengalami keluhan seperti mual, muntah, pusing hingga diare setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan melalui program tersebut.

Para siswa kemudian mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya Puskesmas Tapung, Puskesmas Tapung Hulu serta fasilitas kesehatan di wilayah Tandun.

Berdasarkan pendataan sementara, jumlah siswa yang mengalami keluhan kesehatan diperkirakan telah mencapai lebih dari 81 orang. Sebagian pasien sebelumnya telah mendapatkan perawatan dan diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik.

Ketua Satgas MBG Kabupaten Kampar, Misharti, bersama Dinas Kesehatan dan pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah turun langsung melakukan peninjauan.

Tim tidak hanya memantau kondisi para siswa, tetapi juga mendatangi lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga menjadi penyedia makanan tersebut.

Sampel makanan yang dikonsumsi para siswa juga telah diambil untuk menjalani pemeriksaan laboratorium. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa.

“Kami sudah mengambil sampel. Saya juga membawa BPOM dan Kepala Dinas Kesehatan. Kami meninjau korban, kemudian melihat SPPG-nya, dapur SPPG-nya,” ujar Misharti.

Hingga kini, belum dapat dipastikan apakah keluhan kesehatan tersebut disebabkan oleh makanan MBG. Pemeriksaan laboratorium menjadi bagian penting untuk mengungkap penyebab sebenarnya.

Pemerintah daerah bersama Satgas MBG, Dinas Kesehatan dan BPOM masih melakukan pendataan serta investigasi. Evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG juga diperlukan untuk memastikan makanan yang diterima para siswa memenuhi standar keamanan dan kesehatan.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena program MBG ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi para pelajar. Pengawasan terhadap proses pengolahan, penyimpanan hingga distribusi makanan dinilai menjadi hal penting agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Masyarakat kini menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan sebagai dasar untuk mengetahui penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami puluhan siswa tersebut.

Bagikan
D
Penulis
Danpe

Jurnalis teknologi dan isu Riau. Menulis dengan pendekatan data.