PEKANBARU (TUAH) – Peta persaingan pemilihan Ketua Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) Wilayah Riau periode 2026–2030 mulai menghangat. Dr. dr. Surya Hajar, Sp.P., Subsp. PKL(K), FCCP, FISR, MM., M.Biomed., AIFO-K secara resmi mendeklarasikan diri maju sebagai calon Ketua PERSI Riau dalam agenda Silaturahmi Akbar Tim Pendukung yang digelar di Hotel Pangeran Pekanbaru, Jumat (10/7).
Deklarasi tersebut dihadiri puluhan pimpinan rumah sakit dari berbagai daerah di Provinsi Riau. Dalam kesempatan itu, tim pendukung menyampaikan bahwa lebih dari 80 persen direktur dan perwakilan manajemen rumah sakit dari berbagai klasifikasi, mulai dari rumah sakit pemerintah, swasta, TNI/Polri, hingga rumah sakit pendidikan di 12 kabupaten/kota, menyatakan dukungan terhadap pencalonan Dr. Surya Hajar. Dalam sambutannya, menyatakan kesiapannya mengemban amanah untuk memimpin organisasi rumah sakit terbesar di Provinsi Riau.
"Saya siap mengemban amanah ini. Dengan dukungan, komitmen, dan sinergi dari seluruh keluarga besar rumah sakit di Riau, kita akan membangun PERSI yang kuat, kolaboratif, dan memberikan dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar Dr. Surya. Pada kesempatan tersebut, Dr. Surya juga memaparkan visi PERSI Riau 2030, yaitu mewujudkan organisasi rumah sakit di Provinsi Riau yang profesional, solid, inovatif, dan berdaya saing guna menghadirkan pelayanan kesehatan yang bermutu dan berkeadilan bagi masyarakat.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Dr. Surya menawarkan tujuh misi utama, yakni memperkuat sinergi antar rumah sakit melalui Forum Direktur RS Riau, meningkatkan mutu pelayanan dan akreditasi, mendorong implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) yang terintegrasi dengan SATUSEHAT Kementerian Kesehatan, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia rumah sakit, memperkuat kemitraan strategis dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, memperkuat fungsi advokasi bagi anggota, serta membangun tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel.
Selain memaparkan visi dan misi, tim pemenangan juga memperkenalkan program kerja yang dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama merupakan Program 100 Hari "Fondasi Bersatu" yang berfokus pada konsolidasi organisasi, pemetaan kondisi rumah sakit anggota, pembentukan Forum Direktur Rumah Sakit Riau, serta penyusunan Rencana Strategis (Renstra) PERSI Riau 2026–2030.
Sementara itu, program jangka panjang periode 2026–2030 diberi nama "Lompatan Kualitas" dengan fokus pada peningkatan mutu pelayanan rumah sakit melalui standardisasi akreditasi, percepatan transformasi digital, pembentukan pusat pengembangan kepemimpinan rumah sakit, hingga penguatan sistem rujukan berjenjang di Provinsi Riau.
"Tantangan manajemen rumah sakit ke depan semakin kompleks, mulai dari tuntutan digitalisasi, dinamika regulasi BPJS, hingga standar mutu layanan. Kita tidak bisa berjalan sendiri. Kita harus bersatu, berkolaborasi, dan terus berinovasi," tegas Dr. Surya. Gagasan tersebut mendapat respons positif dari sejumlah direktur rumah sakit yang hadir. Mereka menilai program yang ditawarkan relevan dengan tantangan yang dihadapi rumah sakit saat ini, terutama dalam menghadapi transformasi digital dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
Salah satu peserta yang hadir, dr. Qoyum, menilai kepemimpinan PERSI Riau ke depan membutuhkan figur yang memahami kondisi rumah sakit secara langsung. "Kami membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengerti kondisi di lapangan dan mampu mengambil kebijakan strategis. Visi digitalisasi serta penguatan kolaborasi yang dibawa Dr. Surya menjadi salah satu jawaban bagi tantangan rumah sakit di Riau ke depan," ujarnya.
Di sisi lain, sejumlah pimpinan rumah sakit juga berharap proses pemilihan Ketua PERSI Wilayah Riau periode 2026–2030 dapat berlangsung lebih terbuka dan transparan. Usai kegiatan, TUAH menghubungi salah seorang direktur rumah sakit melalui sambungan telepon untuk meminta tanggapannya terkait pelaksanaan pemilihan.
"Sampai hari ini kami belum mengetahui secara jelas siapa saja calon yang akan maju maupun bagaimana mekanisme pemilihannya. Kami berharap seluruh tahapan disampaikan secara terbuka agar anggota dapat menentukan pilihan secara objektif," ujarnya kepada TUAH, yang enggan ditulis namanya.
Direktur tersebut menambahkan, keterbukaan informasi merupakan bagian penting dalam menjaga kepercayaan anggota terhadap organisasi. Ia berharap panitia penyelenggara dapat segera menyampaikan seluruh tahapan pemilihan, termasuk daftar bakal calon, jadwal, dan mekanisme pemungutan suara kepada seluruh rumah sakit anggota PERSI di Provinsi Riau.
Kegiatan ditutup dengan pembacaan Deklarasi Dukungan Bersama yang dibacakan oleh perwakilan rumah sakit dari 12 kabupaten dan kota di Provinsi Riau sebagai bentuk komitmen mendukung pencalonan Dr. Surya Hajar pada pemilihan Ketua PERSI Wilayah Riau periode 2026–2030.**
---
📌 Yang Perlu Anda Ketahui
Dr. Surya Hajar resmi mendeklarasikan diri sebagai calon Ketua PERSI Wilayah Riau periode 2026–2030.
Tim pendukung menyatakan pencalonannya memperoleh dukungan lebih dari 80 persen direktur dan perwakilan manajemen rumah sakit di Provinsi Riau.
Sejumlah pimpinan rumah sakit berharap proses pemilihan Ketua PERSI Wilayah Riau berlangsung lebih terbuka, transparan, dan memberikan informasi yang jelas kepada seluruh anggota mengenai tahapan serta calon yang akan bertarung dalam pemilihan.