PEKANBARU (TUAH) — Semangat memperkenalkan kekayaan budaya Riau ke kancah internasional terus dimatangkan. Delegasi kebudayaan Riau menggelar rapat koordinasi secara daring bersama tim penyelenggara di Jepang untuk mempersiapkan keberangkatan dalam program Interaksi Budaya yang digagas Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Rapat yang berlangsung melalui aplikasi Zoom, Senin (18/8), berjalan selama kurang lebih dua jam. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk menyelaraskan jadwal sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan di Jepang dapat terlaksana secara maksimal.
Enam delegasi Riau turut hadir dalam pertemuan tersebut, yakni Juwandi, Jefrizal, Monda Gianes, Rafiz Erdianto, M. Mukrizal, dan Siska. Sementara dari pihak tuan rumah di Jepang hadir Dr. Haruka dan Muhammad Sayuti selaku penyelenggara kegiatan.
Pembahasan difokuskan pada penyusunan schedule dan berbagai kebutuhan teknis selama program berlangsung. Sejumlah agenda kebudayaan telah disiapkan, mulai dari workshop interaktif hingga pertunjukan pembacaan puisi yang akan membawa kekayaan seni, sastra, dan budaya Indonesia, khususnya Riau, kepada mahasiswa dan masyarakat Jepang.
Perwakilan tim Jepang, Dr. Haruka, menyampaikan antusiasmenya menyambut kedatangan delegasi Riau.
“Kami sangat gembira dapat menyambut delegasi dari Riau. Persiapan sejauh ini berjalan sangat baik, dan kami tidak sabar untuk memperkenalkan keindahan seni serta budaya Indonesia melalui workshop dan pertunjukan puisi kepada mahasiswa dan masyarakat di Jepang,” ujar Haruka.
Sementara itu, Jefrizal yang mewakili delegasi Riau menegaskan kesiapan seluruh tim untuk menyukseskan program tersebut.
“Diskusi dua jam ini sangat krusial untuk memastikan seluruh alur acara berjalan matang. Kami membawa semangat kebudayaan Riau dan Indonesia, serta siap memberikan penampilan terbaik dalam workshop maupun pertunjukan puisi nanti,” kata Jefrizal.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.
Hal senada disampaikan Juwandi selaku Diplomatic Mediator. Ia menegaskan bahwa program ini diharapkan tidak berhenti pada satu agenda, melainkan berkembang menjadi kolaborasi budaya yang berkelanjutan antara Indonesia dan Jepang.
“Kegiatan ini bukan hanya sampai di sini. Akan ada program yang berkelanjutan dalam bentuk kerja sama dengan perguruan tinggi atau komunitas antara Jepang dan Indonesia, khususnya dalam bidang budaya Riau,” tutur Juwandi.
Dengan koordinasi yang semakin matang, program Interaksi Budaya di Jepang diharapkan menjadi ruang pertukaran pengetahuan, seni, dan kreativitas antara kedua negara.
Lebih dari sekadar membawa pertunjukan ke luar negeri, delegasi Riau ingin menjadikan seni dan budaya sebagai jembatan diplomasi yang mempertemukan masyarakat Indonesia dan Jepang dalam satu ruang: budaya, literasi, dan kolaborasi.