Senin, 7 September 2026 · WIB
TUAH

Jernih dalam Memahami.

Breaking · Riau

Dua Tahun Berturut-turut, Festival Budaya Bukit Batu Kembali Dipercaya Dana Indonesiana

Dua Tahun Berturut-turut, Festival Budaya Bukit Batu Kembali Dipercaya Dana Indonesiana
Generate ai/internet

Kabar tersebut diumumkan pada Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Festival Budaya Bukit Batu dinyatakan lolos seleksi kelayakan substansi dan administrasi yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui skema Pendayagunaan Ruang Publik.

BUKIT BATU (TUAH) — Kabar membanggakan datang dari Desa Bukit Batu, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis. Festival Budaya Bukit Batu kembali mendapat kepercayaan melalui Program Dana Indonesiana Raya Tahun 2026.

Kabar tersebut diumumkan pada Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Festival Budaya Bukit Batu dinyatakan lolos seleksi kelayakan substansi dan administrasi yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui skema Pendayagunaan Ruang Publik.

Proposal festival diajukan oleh Muhammad Fahmi, Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Desa Bukit Batu. Setelah dinyatakan lolos, proposal tersebut selanjutnya memasuki tahapan penyesuaian Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Capaian ini terasa semakin istimewa karena Festival Budaya Bukit Batu berhasil lolos program Dana Indonesiana dua tahun berturut-turut.

Pada 2025, festival serupa juga mendapatkan dukungan melalui program Dana Indonesiana dengan Juwandi sebagai pengusul proposal pada tahun sebelumnya.

Bagi masyarakat Bukit Batu, keberhasilan tersebut bukan sekadar tentang lolosnya sebuah proposal. Lebih dari itu, capaian ini menjadi bagian dari perjuangan untuk mempertahankan adat, seni, tradisi serta identitas Melayu agar terus hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.

Juwandi, Ketua Bukit Batu Muda yang sebelumnya menjadi salah satu pengusul Festival Budaya Bukit Batu pada program 2025, menyambut kabar tersebut dengan rasa syukur.

«“Alhamdulillah, sekitar pukul 11 malam kami mendapatkan kabar bahwa Festival Budaya Bukit Batu kembali lolos. Tentu kami sangat bahagia dan bersyukur. Dua tahun berturut-turut bukan sesuatu yang mudah. Ini menjadi bukti bahwa budaya Melayu Bukit Batu memiliki potensi besar dan layak untuk terus dikembangkan,” ujar Juwandi.»

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kebudayaan, atas ruang yang diberikan kepada masyarakat Bukit Batu untuk terus mengembangkan kebudayaan daerah.

Menurutnya, keberlanjutan festival diharapkan dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat akar budayanya, mencintai tradisi Melayu serta ikut mengambil peran dalam menjaga warisan budaya yang telah diwariskan para pendahulu.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Desa Bukit Batu.

Kepala Desa Bukit Batu, Mahendra, menyambut baik kembali lolosnya Festival Budaya Bukit Batu dalam program Dana Indonesiana.

«“Atas nama Pemerintah Desa Bukit Batu, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat dan Kementerian Kebudayaan atas dukungan serta kepercayaan yang diberikan. Ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi kami untuk terus menjaga dan mengembangkan budaya Melayu di Bukit Batu,” kata Mahendra.»

Mahendra berharap festival tersebut ke depan tidak hanya menjadi ruang pelestarian adat dan budaya, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, keberadaan festival dapat membuka ruang bagi pelaku UMKM, ekonomi kreatif, seniman, pelaku budaya hingga sektor pariwisata untuk tumbuh dan berkembang bersama.

Rencananya, Festival Budaya Bukit Batu yang mendapatkan pendanaan melalui program tahun 2026 tersebut akan dilaksanakan pada 2027.

Masyarakat berharap pelaksanaan festival nantinya dapat dikemas semakin menarik, melibatkan lebih banyak generasi muda dan memiliki dampak yang lebih luas, namun tetap berpijak pada akar budaya Melayu yang menjadi identitas Bukit Batu.

Dua tahun berturut-turut dipercaya.

Bagi Bukit Batu, kabar yang datang di penghujung malam itu bukan sekadar kabar tentang lolosnya sebuah program. Ia menjadi penanda bahwa adat, seni dan tradisi Melayu masih memiliki tempat di panggung kebudayaan nasional.

Dan dari Bukit Batu, semangat itu kembali diteguhkan: budaya bukan sekadar warisan untuk dikenang, tetapi amanah untuk dijaga dan diwariskan.

Bagikan
D
Penulis
Danpe

Jurnalis teknologi dan isu Riau. Menulis dengan pendekatan data.