ROKAN HILIR (TUAH)— Kabar membanggakan datang dari dunia seni dan budaya Riau. Proposal Festival Pantun Tanah Putih Tanjung Melawan 2026 dinyatakan lolos tahap seleksi kelayakan substansi dan persyaratan administrasi dalam Program Dana Indonesiana Raya Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Berdasarkan pengumuman resmi pada portal pendaftaran Dana Indonesiana, proposal dengan kode DAKB-2026-PRP-0482 tersebut berhasil melaju ke tahapan berikutnya melalui kategori Skema Pendayagunaan Ruang Publik. Pengumuman tersebut disampaikan pada 9 Agustus 2026.
Kegiatan yang diusung Rahmat Pantun ini dinyatakan layak untuk mengikuti tahap selanjutnya dengan catatan melakukan penyesuaian Rencana Anggaran Biaya (RAB) sesuai ketentuan program.
Menjaga Tradisi Lisan Pantun Melayu
Lolosnya Festival Pantun Tanah Putih Tanjung Melawan 2026 menjadi angin segar bagi upaya pelestarian seni tradisi, khususnya pantun sebagai salah satu kekayaan tradisi lisan Melayu.
Festival ini diharapkan tidak hanya menjadi sebuah kegiatan pertunjukan, tetapi juga menjadi ruang bertemunya seniman, budayawan, generasi muda dan masyarakat untuk menjaga keberlangsungan tradisi pantun di Tanah Putih Tanjung Melawan, Kabupaten Rokan Hilir.
Rahmat Pantun menyampaikan rasa syukur atas lolosnya proposal tersebut serta mengapresiasi dukungan yang diberikan pemerintah melalui Program Dana Indonesiana.
“Alhamdulillah, lolosnya Festival Pantun Tanah Putih Tanjung Melawan ini merupakan bentuk dukungan nyata dari pemerintah pusat terhadap pelestarian warisan budaya takbenda di daerah kita. Semoga festival ini nantinya dapat menjadi ruang ekspresi bagi para seniman, pemuda, dan masyarakat luas untuk terus mencintai seni pantun Melayu,” ungkap Rahmat.
Masuk Tahap Penyesuaian RAB
Setelah dinyatakan lolos seleksi, tim penyelenggara kini bersiap mengikuti tahapan berikutnya, yakni melakukan penyesuaian Rencana Anggaran Biaya (RAB) berdasarkan petunjuk teknis yang disampaikan melalui kanal komunikasi resmi Kementerian Kebudayaan.
Tahapan tersebut menjadi bagian penting sebelum program memasuki proses berikutnya dalam mekanisme Dana Indonesiana.
Festival Pantun Tanah Putih Tanjung Melawan 2026 diharapkan mampu menjadi ruang publik kebudayaan yang hidup dan berkelanjutan. Kehadirannya juga diharapkan dapat menumbuhkan minat generasi muda untuk mengenal, menggunakan, sekaligus mewariskan pantun Melayu kepada generasi berikutnya.
Lebih jauh, festival ini berpotensi memperkuat ekosistem kebudayaan sekaligus membuka ruang bagi pengembangan wisata berbasis budaya di Kabupaten Rokan Hilir.
Bagi Tanah Putih Tanjung Melawan, pantun bukan sekadar rangkaian kata berima. Ia adalah bagian dari cara masyarakat Melayu menyampaikan pesan, nasihat, perasaan dan nilai-nilai kehidupan. Kini, tradisi itu mendapat ruang untuk kembali bergema.