Rabu, 29 Juli 2026 · WIB
TUAH

Jernih dalam Memahami.

Explainer · Riau

Hanya Punya 1–2 Hari di Pekanbaru? Ini Tempat yang Wajib Dikunjungi dan Kuliner yang Sayang Dilewatkan

Hanya Punya 1–2 Hari di Pekanbaru? Ini Tempat yang Wajib Dikunjungi dan Kuliner yang Sayang Dilewatkan
Generate ai/internet

Datang ke Pekanbaru untuk urusan pekerjaan, menghadiri pernikahan, rapat, pelatihan, atau hanya transit bukan berarti perjalanan Anda harus berakhir di hotel. Dalam waktu satu hingga dua hari, ada sejumlah destinasi dan kuliner khas yang bisa dinikmati untuk mengenal wajah ibu kota Provinsi Riau. Mulai dari ikon budaya Melayu, wisata keluarga, hingga kuliner legendaris yang menjadi favorit warga lokal.

PEKANBARU (TUAH) — Tidak sedikit orang datang ke Pekanbaru hanya untuk urusan bisnis, menghadiri seminar, pelatihan, wisuda, pernikahan, atau sekadar transit sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah lain di Riau.

Akibatnya, banyak tamu luar daerah menganggap Pekanbaru hanya sebatas kota singgah.

Padahal, jika memiliki waktu luang satu atau dua hari, ibu kota Provinsi Riau ini menyimpan cukup banyak pengalaman yang layak dicoba. Bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga kuliner Melayu yang menjadi bagian penting dari identitas kota.

Seiring meningkatnya penyelenggaraan berbagai event nasional di Pekanbaru, pemerintah kota juga terus mendorong sektor pariwisata dan kuliner sebagai daya tarik bagi wisatawan. Hotel, restoran, hingga destinasi wisata kini semakin mudah dijangkau dalam waktu singkat.

Hari Pertama: Kenali Ikon Pekanbaru

Masjid Raya An-Nur

Kalau hanya memiliki satu tempat untuk dikunjungi di Pekanbaru, banyak warga lokal akan menyarankan Masjid Raya An-Nur.

Masjid yang sering dijuluki "Taj Mahal-nya Riau" ini merupakan ikon kota sekaligus salah satu bangunan paling megah di Sumatera.

Perpaduan arsitektur Melayu, Timur Tengah, Turki, dan India membuat kawasan masjid menjadi lokasi favorit wisata religi maupun fotografi. Kompleksnya yang luas dengan taman dan kolam refleksi juga menawarkan suasana yang tenang di tengah hiruk pikuk kota.

Perpustakaan Soeman HS

Tak jauh dari pusat kota berdiri salah satu bangunan paling ikonik di Pekanbaru, yaitu Perpustakaan Soeman HS.

Bangunannya berbentuk buku terbuka dan telah lama menjadi simbol perkembangan literasi di Riau.

Selain koleksi buku, pengunjung biasanya datang untuk menikmati arsitektur modern, bersantai di area baca, atau melihat panorama kota dari lantai atas.

Museum Sang Nila Utama

Bagi yang ingin mengenal sejarah Melayu, Museum Sang Nila Utama menjadi destinasi yang layak disinggahi.

Museum ini menyimpan berbagai koleksi manuskrip Melayu, tekstil tradisional, hingga artefak sejarah yang menceritakan perjalanan budaya Riau dari masa ke masa.

---

Kalau Membawa Keluarga

Jika perjalanan Anda sekaligus membawa pasangan atau anak-anak, Pekanbaru memiliki sejumlah pilihan wisata keluarga.

Salah satunya Asia Heritage yang menawarkan suasana berbagai negara Asia dalam satu kawasan, lengkap dengan bangunan tematik, spot foto, hingga kuliner dari berbagai negara. Destinasi ini menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan keluarga maupun pemburu konten media sosial.

Pilihan lain adalah Alam Mayang, taman rekreasi yang menawarkan area memancing, wahana air, ruang terbuka hijau, dan berbagai aktivitas keluarga. Tempat ini menjadi pilihan warga Pekanbaru saat akhir pekan untuk bersantai di alam terbuka.

---

Jangan Pulang Sebelum Mencoba Kuliner Ini

Berbicara tentang Pekanbaru, rasanya belum lengkap tanpa menikmati kuliner khasnya.

Mie Sagu

Mungkin terdengar sederhana, tetapi mie yang dibuat dari tepung sagu ini menjadi salah satu makanan khas masyarakat pesisir Riau.

Teksturnya lebih kenyal dibanding mie biasa, disajikan bersama ikan teri, tauge, daun kucai, dan cita rasa gurih yang khas.

Banyak wisatawan menjadikan mie sagu sebagai menu pertama yang dicoba ketika datang ke Pekanbaru.

Nasi Lemak Melayu

Berbeda dengan nasi lemak yang populer di Malaysia, versi Melayu Riau memiliki karakter rasa yang lebih ringan dengan lauk seperti ayam kampung, sambal, telur rebus, rendang, atau ikan.

Menu ini sangat mudah ditemukan saat sarapan di berbagai sudut kota.

Bolu Kemojo

Jika ingin membawa oleh-oleh, Bolu Kemojo hampir selalu masuk daftar utama.

Kue berwarna hijau dengan aroma pandan ini telah lama menjadi ikon kuliner Melayu Riau dan sering hadir dalam berbagai acara adat maupun keluarga.

Es Laksamana Mengamuk

Namanya unik, rasanya menyegarkan.

Minuman khas Melayu ini dibuat dari buah kuini yang dipadukan santan, gula, dan es batu.

Banyak tamu luar daerah sengaja mencarinya karena sulit ditemukan di kota lain.

---

Malam Hari, Nikmati Wajah Pekanbaru yang Berbeda

Selepas makan malam, sempatkan menikmati suasana kota.

Kawasan Masjid Raya An-Nur terlihat jauh lebih indah ketika lampu-lampu mulai menyala.

Jika ingin menikmati suasana santai, berbagai kafe di sepanjang Jalan Sudirman, Jalan Arifin Ahmad, Jalan Riau, hingga kawasan Nangka menawarkan pilihan tempat nongkrong yang cocok untuk bertemu rekan kerja ataupun sekadar menikmati kopi.

---

Jika Memiliki Dua Hari

Kalau waktu Anda lebih panjang, manfaatkan hari kedua untuk menjelajah destinasi di pinggiran kota.

Rainbow Hills Rumbai menawarkan lanskap bukit berwarna yang unik dan menjadi favorit para fotografer, sementara Asia Heritage atau kawasan agrowisata di sekitar Pekanbaru juga bisa menjadi pilihan bagi wisatawan keluarga. Pemerintah Kota Pekanbaru mencatat destinasi alam, budaya, dan religi terus menarik ratusan ribu kunjungan wisatawan sepanjang 2026.

Pekanbaru Lebih dari Sekadar Kota Transit

Selama bertahun-tahun Pekanbaru sering dipandang hanya sebagai pintu masuk menuju berbagai destinasi di Riau.

Namun, perkembangan hotel, pusat kuliner, ruang publik, hingga semakin banyaknya agenda nasional yang digelar di kota ini perlahan mengubah persepsi tersebut. Pekanbaru kini menawarkan pengalaman singkat yang cukup untuk mengenalkan budaya Melayu, menikmati kuliner autentik, dan melihat wajah modern ibu kota Provinsi Riau dalam satu hingga dua hari.

📌 Yang Perlu Anda Ketahui

• Masjid Raya An-Nur, Perpustakaan Soeman HS, dan Museum Sang Nila Utama menjadi destinasi yang paling mudah dikunjungi jika Anda hanya memiliki waktu satu hari di Pekanbaru.

• Mie Sagu, Bolu Kemojo, Nasi Lemak Melayu, dan Es Laksamana Mengamuk merupakan kuliner khas yang layak dicoba sebelum meninggalkan kota.

• Dengan semakin banyaknya event nasional yang digelar, Pekanbaru berkembang menjadi destinasi singkat (short stay destination) yang menawarkan perpaduan budaya Melayu, kuliner, dan fasilitas kota modern dalam waktu 24–48 jam.

Bagikan
S
Penulis
Shanum Ahmad

Jurnalis bisnis dan isu indonesia dan internasional