PEKANBARU (TUAH) — Anggota DPRD Riau Indra Gunawan Eet menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat atas insiden bentrokan yang melibatkan dua kubu pendukung dirinya dengan Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ikhwan di lingkungan Gedung DPRD Riau.
Permintaan maaf itu disampaikan setelah insiden yang terjadi usai rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menjadi sorotan publik dan viral di media sosial.
"Kami sangat menyesali hal yang terjadi di luar kontrol. Untuk itu, secara pribadi dan sebagai anggota DPRD Riau, kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat serta kepada DPD Partai Golkar Riau atas tindakan yang tidak pantas terjadi," kata Eet, Senin (20/7).
Mantan Ketua DPRD Riau tersebut juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh anggota DPRD Riau. Menurutnya, bentrokan yang terjadi di lingkungan lembaga legislatif merupakan peristiwa yang tidak seharusnya terjadi karena DPRD merupakan institusi yang menjalankan fungsi representasi dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Akui Berdampak pada Kepercayaan Publik
Eet mengakui insiden tersebut telah memberikan dampak negatif terhadap citra DPRD Riau di mata masyarakat. Ia menilai kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif dapat terpengaruh apabila konflik antarpendukung tidak dapat dikelola dengan baik.
Sebagai bentuk komitmen memperbaiki keadaan, Eet menyatakan akan lebih mengedepankan komunikasi, dialog, dan musyawarah dalam setiap pembahasan, termasuk ketika membahas kebijakan maupun alokasi anggaran daerah.
"Kami akan lebih berhati-hati dalam bertindak dan lebih mengedepankan musyawarah dalam setiap pembahasan. Karena apa yang terjadi di DPRD tentu berdampak pada kepercayaan masyarakat," ujarnya.
Bentrokan Terjadi Usai Rapat Banggar
Berdasarkan informasi yang dihimpun, bentrokan terjadi setelah rapat Badan Anggaran DPRD Riau bersama TAPD selesai dilaksanakan. Ketegangan yang sebelumnya berlangsung di ruang rapat berlanjut ke luar ruangan hingga melibatkan pendukung kedua belah pihak.
Aksi saling dorong kemudian berkembang menjadi baku pukul. Rekaman insiden tersebut beredar luas di media sosial dan memicu beragam reaksi dari masyarakat.
Peristiwa itu juga menjadi perhatian internal Partai Golkar. Ketua DPD Partai Golkar Riau, Yulisman, sebelumnya telah menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat serta menegaskan partai akan melakukan evaluasi dan menindaklanjuti persoalan tersebut sesuai mekanisme organisasi.
Polisi Masih Lakukan Penyelidikan
Sementara itu, aparat kepolisian dari Polda Riau bersama Polresta Pekanbaru masih melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut. Polisi telah mengumpulkan rekaman CCTV dan sejumlah video yang beredar untuk mengidentifikasi kronologi kejadian serta pihak-pihak yang terlibat dalam bentrokan.
Hingga kini, belum ada informasi resmi mengenai adanya penetapan tersangka maupun langkah hukum lanjutan atas peristiwa tersebut.
Insiden tersebut menjadi pengingat bahwa perbedaan pandangan politik di ruang legislatif harus diselesaikan melalui mekanisme demokrasi, dialog, dan musyawarah, tanpa berujung pada tindakan yang mengganggu ketertiban maupun mencederai kepercayaan publik terhadap lembaga perwakilan rakyat.
📌 Yang Perlu Anda Ketahui
- Indra Gunawan Eet meminta maaf kepada masyarakat, DPRD Riau, dan DPD Partai Golkar Riau atas bentrokan yang melibatkan dua kubu pendukung di Gedung DPRD Riau.
- Bentrokan terjadi usai rapat Badan Anggaran DPRD Riau bersama TAPD dan sempat viral setelah video kericuhan beredar di media sosial.
- Polda Riau dan Polresta Pekanbaru masih menyelidiki insiden tersebut dengan mengumpulkan rekaman CCTV dan video sebagai bagian dari proses penyelidikan.