PEKANBARU (TUAH) – Kabar membanggakan datang dari Provinsi Riau. Enam pemuda terbaik daerah ini berhasil lolos pada tahap penilaian substansi dan administrasi Program Dana Indonesiaraya Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Keberhasilan tersebut membuka peluang besar bagi mereka untuk membawa seni dan budaya Melayu ke Jepang melalui misi diplomasi budaya pada Oktober 2026 mendatang.
Kepastian itu tertuang dalam Surat Pengantar Kementerian Kebudayaan Nomor: 20/K1/KU.07.00/2026 tertanggal 29 Juli 2026 tentang Pengumuman Hasil Penilaian Kelayakan Substansi dan Persyaratan Administrasi Program Dana Indonesiaraya Tahun Anggaran 2026.
Enam delegasi Riau tersebut terdiri atas Juwandi, Jefrizal, M. Rafiz Edrianto, M. Mukrizal, Monda Gianes, dan Siska Armiza. Mereka mengusung proposal berjudul "Diplomasi Budaya Melayu di Jepang Melalui Seminar, Pelatihan, dan Pertunjukan Syair serta Puisi Melayu."
Proposal tersebut bersaing pada kategori Dukungan Interaksi Budaya (DIB) dalam Program Pemanfaatan Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan Tahun 2026. Berdasarkan hasil evaluasi, proposal dari tim asal Riau dinyatakan memenuhi syarat untuk melanjutkan ke tahapan berikutnya.
Misi Membawa Melayu ke Negeri Sakura
Apabila seluruh proses verifikasi dan administrasi akhir dapat diselesaikan sesuai ketentuan, keenam pemuda ini dijadwalkan berangkat ke Jepang pada Oktober 2026 untuk menjalankan misi diplomasi budaya melalui seminar, pelatihan, serta pertunjukan syair dan puisi Melayu.
Juwandi mengaku bersyukur atas capaian tersebut. Menurutnya, hasil ini menjadi langkah awal yang sangat berarti dalam upaya memperkenalkan kekayaan budaya Melayu kepada masyarakat internasional.
"Alhamdulillah, ini merupakan langkah awal yang sangat berharga bagi kami. Kami sangat bersyukur bisa lolos pada tahap penilaian substansi dan administrasi. Semoga seluruh tahapan seleksi selanjutnya berjalan lancar sehingga kami berenam dapat berangkat bersama-sama menjalankan misi kebudayaan ini," ujarnya.
Sementara itu, seniman sekaligus akademisi Riau, Jefri Al Malay, mengatakan keberhasilan tersebut menjadi motivasi tambahan bagi tim untuk mempersiapkan materi budaya yang akan dipresentasikan di Jepang.
"Pencapaian ini menjadi penambah semangat bagi kami untuk memantapkan seluruh persiapan. Misi yang kami bawa bukan hanya pertunjukan, tetapi juga seminar dan pelatihan seni tutur Melayu seperti syair dan puisi. Kami berharap seluruh proses seleksi berikutnya dipermudah sehingga rencana keberangkatan pada Oktober 2026 dapat terwujud dengan maksimal," katanya.
Saat ini, sesuai arahan Kementerian Kebudayaan yang ditandatangani Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan selaku Ketua Pelaksana Harian Manajemen Pelaksana, Puguh Wiyatno, tim pengusul tengah melengkapi persyaratan administrasi akhir, termasuk melakukan penyesuaian Rencana Anggaran Biaya (RAB) sesuai petunjuk teknis yang berlaku.
Keberhasilan enam anak muda Riau ini menjadi harapan baru bagi upaya pelestarian sekaligus promosi budaya Melayu di tingkat internasional. Dukungan masyarakat diharapkan dapat mengiringi langkah mereka hingga seluruh proses verifikasi selesai, sehingga syair, puisi, dan nilai-nilai budaya Melayu dapat berkumandang di panggung dunia melalui misi diplomasi budaya di Negeri Sakura.