Senin, 7 September 2026 · WIB
TUAH

Jernih dalam Memahami.

Breaking · Riau

Kabut Asap Memburuk, Pemko Pekanbaru Hentikan Sementara Sekolah Tatap Muka

Kabut Asap Memburuk, Pemko Pekanbaru Hentikan Sementara Sekolah Tatap Muka
Generate ai/internet

Melalui Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, kegiatan pembelajaran bagi peserta didik PAUD/TK, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta, untuk sementara dialihkan dari pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran daring dari rumah.

PEKANBARU (TUAH) – Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah Kota Pekanbaru, Senin (24/8/2026). Memburuknya kualitas udara membuat Pemerintah Kota Pekanbaru mengambil langkah untuk melindungi peserta didik dari paparan polusi udara.

Melalui Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, kegiatan pembelajaran bagi peserta didik PAUD/TK, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta, untuk sementara dialihkan dari pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran daring dari rumah.

Kebijakan tersebut berlaku pada Senin (24/8/2026), setelah hasil pemantauan menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Kota Pekanbaru berada pada kategori Tidak Sehat hingga Sangat Tidak Sehat. Pada Minggu (23/8/2026) pukul 17.00 hingga 21.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat berada di kisaran 170,2 hingga 235,7 µg/m³.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal menegaskan, perubahan sistem pembelajaran tersebut bukan berarti siswa diliburkan. Proses belajar mengajar tetap berlangsung, namun dilakukan dari rumah untuk mengurangi risiko paparan kabut asap.

“Anak-anak tidak diliburkan. Proses belajar tetap berjalan, tetapi dilaksanakan secara daring dari rumah,” kata Abdul Jamal.

Dinas Pendidikan juga meminta orang tua memastikan anak-anak tetap berada di dalam rumah selama kualitas udara belum membaik. Sekolah diminta memberikan materi pembelajaran secara sederhana, efektif, dan tidak membebani peserta didik.

Sementara itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa penerima manfaat tetap berjalan. Untuk mencegah anak-anak keluar rumah, pengambilan makanan di sekolah diarahkan dilakukan oleh orang tua atau wali.

Di sisi lain, kondisi kabut asap juga berdampak terhadap aktivitas masyarakat. Ditlantas Polda Riau bahkan membagikan ribuan masker kepada pengguna jalan di kawasan Tugu Keris, Pekanbaru, Senin pagi. Petugas turut mengimbau pengendara mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman dan menyalakan lampu kendaraan karena jarak pandang menurun.

Pemko Pekanbaru akan terus mengevaluasi kondisi kualitas udara sebelum menentukan pola pembelajaran untuk hari berikutnya. Kebijakan selanjutnya akan disesuaikan dengan perkembangan kualitas udara serta informasi dari BMKG dan instansi terkait.

Kabut asap yang kembali memburuk menjadi perhatian serius, terutama karena anak-anak merupakan kelompok yang rentan terhadap dampak buruk polusi udara. Pemerintah pun dituntut memastikan keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi prioritas di tengah kondisi karhutla yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Riau.

Bagikan
D
Penulis
Danpe

Jurnalis teknologi dan isu Riau. Menulis dengan pendekatan data.