PEKANBARU (TUAH) – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau terus mendalami kasus tewasnya Alex Cristo Loris (30), dokter residen anestesi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang bertugas di RSUD Tengku Rafian, Kabupaten Siak. Korban sebelumnya ditemukan meninggal dunia di kawasan semak belukar pada Selasa (14/7/2026).
Dalam proses penyelidikan, penyidik telah memeriksa empat orang saksi. Pemeriksaan tersebut akan diperluas dengan memanggil satu saksi tambahan pada awal pekan depan guna mengungkap penyebab kematian dokter asal Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, tersebut.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol. M. Hasyim Risahondua, mengatakan penyelidikan masih berlangsung dan jumlah saksi yang dimintai keterangan diperkirakan akan terus bertambah.
"Jumlah saksi yang sudah diperiksa ada empat orang. Nanti akan dikembangkan lagi, hari Senin satu saksi lagi diperiksa sehingga menjadi lima orang," ujar Hasyim, Sabtu (18/7)
Keluarga Belum Dimintai Keterangan
Hasyim menjelaskan, hingga saat ini penyidik belum memeriksa pihak keluarga korban karena masih dalam suasana duka.
"Dari pihak keluarga sampai saat ini masih berduka. Mereka masih menunggu untuk dilakukan pemeriksaan," katanya.
Meski demikian, ia memastikan proses penyelidikan akan dilakukan secara profesional dan transparan. Kepolisian juga berjanji akan menyampaikan setiap perkembangan hasil penyelidikan kepada masyarakat.
"Untuk perkembangan penyelidikan nanti akan kami informasikan," tutup Hasyim.
Hasil Autopsi Masih Didalami
Sebelumnya, tim dokter forensik dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Riau telah melakukan autopsi terhadap jenazah Alex Cristo Loris.
Dari hasil pemeriksaan sementara, tim forensik menemukan luka berbentuk titik disertai pembengkakan pada punggung tangan kiri korban. Selain itu, terdapat memar pada bagian kepala yang diduga akibat benturan benda tumpul.
Tim forensik juga mengidentifikasi sejumlah luka yang muncul setelah korban meninggal dunia dan diduga merupakan bekas gigitan serangga.
Namun demikian, penyebab pasti kematian korban hingga kini belum dapat dipastikan.
Untuk memperoleh kepastian secara ilmiah, penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan histopatologi forensik dan toksikologi terhadap sampel darah, urine, serta sejumlah organ tubuh korban. Hasil pemeriksaan laboratorium tersebut akan menjadi dasar penting dalam menentukan penyebab kematian dan arah penyelidikan selanjutnya.
Kasus Menjadi Perhatian Publik
Kasus meninggalnya dokter residen PPDS ini menjadi perhatian publik, terutama di kalangan tenaga kesehatan. Selain karena korban merupakan dokter yang sedang menjalani pendidikan spesialis, kematiannya juga ditemukan dalam kondisi yang memerlukan penyelidikan lebih lanjut.
Polda Riau menegaskan seluruh proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dengan mengedepankan pembuktian ilmiah dan keterangan para saksi agar penyebab kematian korban dapat diungkap secara jelas.
---
📌 Yang Perlu Anda Ketahui
• Polda Riau telah memeriksa empat saksi dalam penyelidikan kematian dokter residen Alex Cristo Loris, dan akan memeriksa satu saksi tambahan.
• Hasil autopsi sementara menemukan memar di kepala, luka pada punggung tangan kiri, serta sejumlah luka pascakematian yang diduga akibat gigitan serangga.
• Penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan histopatologi forensik dan toksikologi, sementara kepolisian memastikan penyelidikan dilakukan secara profesional dan transparan.