Rabu, 29 Juli 2026 · WIB
TUAH

Jernih dalam Memahami.

BBKSDA Riau Pasang Dua Kandang Jebak Usai Harimau Sumatra Kembali Tewaskan Pekerja di Pelalawan

BBKSDA Riau Pasang Dua Kandang Jebak Usai Harimau Sumatra Kembali Tewaskan Pekerja di Pelalawan
illustrasi AI

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau memasang dua kandang jebak di kawasan hutan tanaman industri (HTI) Desa Sungai Ara, Kabupaten Pelalawan, setelah seekor harimau Sumatra kembali menyerang dan menewaskan seorang pekerja. Serangan ini merupakan insiden kedua dalam sepekan di lokasi yang berdekatan, memunculkan dugaan bahwa pelakunya adalah individu harimau yang sama.

PELALAWAN (TUAH) — Konflik antara manusia dan harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) kembali memakan korban jiwa di Kabupaten Pelalawan, Riau. Seorang pekerja hutan tanaman industri (HTI), Eko Prasetyo (29), ditemukan meninggal dunia setelah diduga diterkam harimau di kawasan Desa Sungai Ara**.

Peristiwa yang terjadi pada Jumat (10/7/2026) malam itu menjadi serangan kedua dalam waktu kurang dari satu pekan di kawasan yang sama. Sebelumnya, seorang anak berusia 12 tahun juga tewas akibat serangan harimau di lokasi yang tidak berjauhan.

Menyikapi situasi tersebut, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau langsung meningkatkan langkah mitigasi dengan memasang dua kandang jebak di sekitar lokasi kejadian guna menangkap harimau yang diduga menjadi pelaku serangan.

Korban Ditemukan Meninggal dengan Luka Berat

Pelaksana Harian (Plh) Kepala BBKSDA Riau, Laskar Jaya Permana, mengatakan Eko Prasetyo diduga diserang harimau ketika keluar dari camp pekerja pada malam hari.

Lokasi kejadian berada di camp kedua, sekitar 6,5 kilometer dari lokasi serangan sebelumnya yang menewaskan seorang anak.

"Korban diduga diterkam harimau saat keluar dari camp pada malam hari," kata Laskar, Senin (13/7/2026).

Korban ditemukan keesokan harinya dalam kondisi meninggal dunia dengan luka berat di bagian leher serta kedua kaki. Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, sebagian tubuh korban juga telah dimangsa satwa tersebut.

BBKSDA Duga Harimau yang Sama

Setelah menerima laporan, tim BBKSDA Riau segera turun ke lokasi untuk melakukan investigasi sekaligus memasang dua kandang jebak sebagai bagian dari upaya mitigasi konflik satwa liar.

Berdasarkan hasil identifikasi awal terhadap jejak yang ditemukan di lokasi, BBKSDA menduga harimau yang menyerang Eko merupakan individu yang sama dengan pelaku serangan sebelumnya.

"Dugaan sementara mengarah pada individu yang sama berdasarkan ukuran dan karakteristik jejak yang ditemukan di lapangan. Namun, identifikasi masih terus dilakukan untuk memastikannya," ujar Laskar.

BBKSDA memperkirakan harimau tersebut merupakan harimau Sumatra jantan berusia sekitar tiga tahun.

Dua Korban Jiwa dalam Sepekan

Serangan terhadap Eko terjadi hanya beberapa hari setelah insiden tragis yang menewaskan seorang anak berinisial JZ (12).

Korban saat itu berada di belakang camp pekerja HTI untuk menunggu kakaknya mencuci peralatan makan ketika tiba-tiba diserang harimau pada Selasa (7/7/2026) dini hari.

Rentetan dua serangan dalam waktu berdekatan meningkatkan kekhawatiran terhadap keselamatan pekerja maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan tanaman industri.

Konflik Manusia dan Harimau Masih Menjadi Tantangan di Riau

Provinsi Riau merupakan salah satu habitat penting harimau Sumatra, satwa endemik yang kini berstatus Kritis (Critically Endangered) menurut Daftar Merah IUCN.

Di sisi lain, aktivitas manusia yang semakin dekat dengan kawasan hutan meningkatkan potensi konflik antara manusia dan satwa liar.

Kawasan hutan tanaman industri, perkebunan, hingga permukiman yang berbatasan langsung dengan habitat harimau menjadi lokasi yang paling rentan terhadap interaksi tersebut.

Para ahli konservasi menilai penanganan konflik tidak cukup hanya melalui penangkapan satwa, tetapi juga membutuhkan penguatan sistem mitigasi, pengelolaan habitat, serta peningkatan kesadaran masyarakat mengenai prosedur keselamatan ketika beraktivitas di sekitar kawasan hutan.

BBKSDA Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selain memasang kandang jebak, BBKSDA Riau juga meningkatkan pemantauan pergerakan harimau dan berkoordinasi dengan perusahaan serta masyarakat sekitar lokasi.

Masyarakat dan para pekerja diimbau mengurangi aktivitas di luar camp pada malam hari, tidak beraktivitas seorang diri di kawasan hutan, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan jejak atau keberadaan harimau di sekitar area kerja maupun permukiman.

Langkah mitigasi tersebut diharapkan dapat mencegah jatuhnya korban berikutnya sekaligus memastikan penanganan konflik dilakukan tanpa mengabaikan upaya konservasi terhadap harimau Sumatra yang populasinya terus terancam.

📌 Yang Perlu Anda Ketahui

  • BBKSDA Riau memasang dua kandang jebak setelah harimau Sumatra kembali menewaskan seorang pekerja HTI di Desa Sungai Ara, Kabupaten Pelalawan.
  • Korban Eko Prasetyo (29) menjadi korban jiwa kedua dalam sepekan setelah sebelumnya seorang anak berusia 12 tahun juga tewas diserang harimau di lokasi yang berdekatan.
  • BBKSDA menduga kedua serangan dilakukan oleh individu harimau yang sama dan mengimbau masyarakat serta pekerja meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar kawasan hutan.
Bagikan
A
Penulis
Althan Fiqri

Peliput ekonomi, bisnis, dan UMKM daerah.