Senin, 7 September 2026 · WIB
TUAH

Jernih dalam Memahami.

Menteri Lingkungan Malaysia Telepon Jumhur, Bahas Penanganan Asap Karhutla Indonesia

Menteri Lingkungan Malaysia Telepon Jumhur, Bahas Penanganan Asap Karhutla Indonesia
Generate ai/internet

Menteri Lingkungan Malaysia dan Jumhur berdiskusi melalui telepon mengenai penanganan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

KUALA LUMPUR (TUAH) — Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia, Datuk Seri Arthur Joseph Kurup, menghubungi Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat untuk membahas penanganan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Dalam komunikasi tersebut, kedua negara menyepakati penguatan langkah pencegahan dan penanganan dini untuk mengatasi dampak kabut asap lintas batas serta menjaga kualitas udara di kawasan.

Indonesia-Malaysia Perkuat Pencegahan Kabut Asap

Arthur mengatakan penguatan kerja sama diperlukan mengingat fenomena El Nino diperkirakan menguat menjelang Oktober 2026 dan bertepatan dengan periode Muson Barat Daya.

"Kedua negara berkomitmen penuh untuk meningkatkan langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan dini," ujar Arthur, dikutip dari Bernama, Selasa (25/8/2026).

Komitmen tersebut juga dilakukan menjelang sejumlah agenda nasional Malaysia, termasuk perayaan Hari Nasional ke-69 di Dataran Putrajaya pada 31 Agustus serta Hari Malaysia di Kuching, Sarawak, pada 16 September.

Malaysia Apresiasi Operasi Penyemaian Awan Indonesia

Dalam pembicaraan itu, Arthur turut menyampaikan apresiasi kepada Indonesia karena telah memberikan izin bagi operasi penyemaian awan untuk melintasi wilayah udara Indonesia dan menyasar kawasan di sepanjang perbatasan kedua negara.

Malaysia juga tengah menyiapkan koordinasi operasi bersama. Badan Penanggulangan Bencana Nasional (NADMA) dan Departemen Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) disebut sedang menyusun jadwal operasi gabungan dengan Angkatan Bersenjata Indonesia.

Malaysia melalui Kementerian Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan, Departemen Lingkungan Hidup, serta MetMalaysia juga akan terus memantau titik panas (hotspot) dan kualitas udara ambien.

29 Wilayah Malaysia Terdampak Kabut Asap

Kabut asap saat ini telah memengaruhi sejumlah wilayah di Malaysia. Berdasarkan Air Pollutant Index Management System (APIMS), sebanyak 29 wilayah, termasuk Kuala Lumpur, tercatat berada dalam kategori tidak sehat pada Selasa (25/8/2026) pukul 16.00 waktu setempat.

Kementerian Kesehatan Malaysia mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika indeks kualitas udara berada di atas 100. Warga juga diminta segera mendapatkan pemeriksaan medis apabila mengalami sesak napas atau batuk berkepanjangan.

Malaysia juga memilih menggunakan jalur ASEAN dalam penanganan kabut asap lintas batas dan memandang persoalan tersebut sebagai masalah kawasan yang membutuhkan kerja sama antarnegara.

BNPB: Jangan Saling Menyalahkan

Pemerintah Indonesia sendiri telah mengerahkan berbagai unsur untuk menangani karhutla, termasuk pemadam kebakaran, badan penanggulangan bencana, TNI, dan Polri.

Plt Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Berton Pandjaitan sebelumnya meminta negara-negara tetangga tidak saling menyalahkan terkait dampak asap karhutla.

Menurut Berton, kebakaran hutan dan lahan tidak mengenal batas administrasi maupun batas negara sehingga penanganannya membutuhkan kerja sama.

"Pendekatan kita bukan saling menyalahkan, tetapi bagaimana masing-masing negara melakukan upaya maksimal di wilayahnya dan bersama-sama mengurangi dampak asap lintas batas," ujar Berton.

📌 Yang Perlu Anda Ketahui

• Menteri Lingkungan Malaysia Arthur Joseph Kurup menghubungi Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat membahas penanganan kabut asap karhutla.

• Indonesia dan Malaysia sepakat memperkuat pencegahan serta penanganan dini asap lintas batas.

• 29 wilayah di Malaysia, termasuk Kuala Lumpur, tercatat berada dalam kategori kualitas udara tidak sehat pada 25 Agustus 2026.

• Malaysia dan Indonesia juga menyiapkan koordinasi operasi penyemaian awan untuk membantu penanganan karhutla di kawasan perbatasan.

Bagikan
S
Penulis
Shanum Ahmad

Jurnalis bisnis dan isu indonesia dan internasional