PEKANBARU (TUAH) — Perbaikan jalan rusak di Kota Pekanbaru terus dikebut Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Dari target lebih dari 42 kilometer jalan yang akan diperbaiki sepanjang 2026, sekitar 23,6 kilometer telah rampung dikerjakan.
Capaian tersebut setara dengan sekitar 57 persen dari target tahunan. Perbaikan dilakukan secara bertahap dan tidak hanya menyasar kawasan pusat kota, tetapi juga ruas jalan di wilayah pinggiran Pekanbaru.
Program ini menjadi salah satu prioritas Pemko Pekanbaru di bidang infrastruktur di bawah kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho.
Target Perbaikan Jalan Pekanbaru Lebih dari 42 Kilometer
Pemko Pekanbaru sebelumnya menetapkan target memperbaiki lebih dari 42 kilometer jalan rusak pada 2026. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Edward Riansyah menyebut program tersebut dilakukan melalui metode *overlay* atau pengaspalan ulang. ([Pekanbaru][1])
Pemko juga telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 miliar untuk mendukung percepatan perbaikan jalan rusak sepanjang tahun ini.
Target tersebut merupakan bagian dari rencana jangka menengah Wali Kota Agung Nugroho untuk memperbaiki hingga 100 kilometer jalan rusak dalam kurun waktu dua sampai tiga tahun masa kepemimpinannya. ([Pekanbaru][1])
Perbaikan Jalan Menyebar hingga Wilayah Pinggiran
Pemerintah Kota Pekanbaru memastikan perbaikan tidak hanya terkonsentrasi di kawasan pusat kota.
Sejumlah ruas jalan di wilayah pinggiran juga masuk dalam program perbaikan. Sebelumnya, Pemko menyebut terdapat 17 ruas jalan yang menjadi bagian dari penanganan pada semester pertama 2026.
Beberapa ruas yang telah maupun masuk dalam tahapan perbaikan antara lain Jalan Teluk Leok, Jalan Cemara Kipas, Jalan Rindang, Jalan Bunga Raya, Jalan Rambutan, dan Jalan Khadijah Ali. ([Pekanbaru][2])
Perbaikan Jalan Sukamaju di kawasan Muara Fajar, Kecamatan Rumbai, juga menjadi salah satu contoh pengerjaan jalan di wilayah pinggiran. Ruas tersebut diperbaiki menggunakan sistem *overlay* atau pelapisan ulang aspal. ([Pekanbaru][3])
Sisa Target Masih Terus Dikejar
Dengan capaian 23,6 kilometer, masih terdapat sekitar 18,4 kilometer dari target minimal 42 kilometer yang perlu diselesaikan untuk memenuhi target tahunan tersebut.
Pemko Pekanbaru sebelumnya menegaskan pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi jalan dan prioritas di lapangan.
Percepatan perbaikan diharapkan dapat mengurangi ruas jalan berlubang dan rusak yang selama ini menjadi keluhan masyarakat, sekaligus meningkatkan keselamatan serta kenyamanan pengguna jalan.
Anggaran Rp100 Miliar untuk Perbaikan Infrastruktur
Dukungan anggaran menjadi salah satu faktor penting dalam mengejar target perbaikan jalan tahun ini.
Pemko Pekanbaru telah mengalokasikan Rp100 miliar untuk program perbaikan jalan rusak 2026. Dana tersebut diarahkan untuk kegiatan *overlay* atau pengaspalan kembali sejumlah ruas jalan yang membutuhkan penanganan. ([Pekanbaru][1])
Sebagai perbandingan, pada 2025 Pemko Pekanbaru berhasil melakukan pengaspalan sekitar 42 kilometer jalan, jauh di atas target awal 20 kilometer. Perbaikan tersebut mencakup 29 ruas jalan yang tersebar di 15 kecamatan. ([Pekanbaru][1])
Capaian tersebut menjadi salah satu dasar bagi Pemko untuk kembali mempercepat pembangunan infrastruktur jalan pada 2026.
Pemko Targetkan Infrastruktur Jalan Lebih Merata
Perbaikan jalan bukan hanya ditujukan untuk memperlancar mobilitas kendaraan, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi dan pelayanan masyarakat.
Pemko Pekanbaru menargetkan pembangunan infrastruktur dapat dirasakan secara lebih merata, termasuk oleh masyarakat yang tinggal di kawasan permukiman dan pinggiran kota.
Dengan progres yang telah mencapai 23,6 kilometer, pemerintah masih memiliki pekerjaan untuk menuntaskan sisa target hingga akhir tahun.
📌 Yang Perlu Anda Ketahui
- 23,6 kilometer jalan rusak di Pekanbaru telah selesai diperbaiki, atau sekitar 57 persen dari target tahun 2026.
- Pemko Pekanbaru menargetkan lebih dari 42 kilometer jalan rusak diperbaiki sepanjang tahun ini.
- Pemerintah telah mengalokasikan sekitar Rp100 miliar untuk program perbaikan jalan rusak 2026.