BENGKALIS (TUAH)— Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bengkalis bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bengkalis memperkuat sinergi dalam mendorong demokrasi yang berkualitas melalui diskusi daring bertajuk NGERUMPI (Ngobrol Ringan Untuk Penguatan Demokrasi), Senin (10/8/2026).
Kegiatan yang disiarkan secara langsung melalui akun Instagram resmi @bawaslubengkalis tersebut dimulai pukul 09.00 WIB. Diskusi mengangkat tema “Peran Pemilih/Masyarakat dalam Mewujudkan Pemilihan Umum yang Berkualitas, Bermarwah dan Bermartabat.”
NGERUMPI menghadirkan Ketua Umum MUI Kabupaten Bengkalis, H. Amrizal, M.Ag, sebagai narasumber utama. Diskusi dipandu oleh Penata Kelola Pengawasan Pemilihan Umum Bawaslu Kabupaten Bengkalis, Rozali, SH, sebagai host.
Dalam pemaparannya, H. Amrizal menegaskan bahwa masyarakat memiliki posisi penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Menurutnya, keberhasilan pemilu tidak semata-mata ditentukan oleh tingginya angka partisipasi pemilih, tetapi juga oleh kualitas moral, etika, kejujuran dan tanggung jawab seluruh pihak yang terlibat.
“Masyarakat memiliki peran sentral sebagai benteng utama dalam mewujudkan pemilihan umum yang bermarwah dan bermartabat. Nilai-nilai keagamaan dan etika harus menjadi landasan masyarakat dalam menentukan pilihan tanpa terpengaruh oleh praktik-praktik politik uang maupun berita bohong,” ujar H. Amrizal.
Ia menilai, keterlibatan tokoh agama dan berbagai elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam memberikan pendidikan politik yang sehat. Masyarakat perlu dibekali pemahaman agar mampu menggunakan hak pilih secara rasional, bertanggung jawab dan tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan.
Sementara itu, Bawaslu Kabupaten Bengkalis menilai kolaborasi bersama lembaga keagamaan seperti MUI memiliki nilai strategis dalam memperluas edukasi pengawasan partisipatif.
Ruang digital, khususnya media sosial, dinilai menjadi salah satu sarana efektif untuk menjangkau pemilih pemula dan generasi muda. Karena itu, kegiatan NGERUMPI diharapkan mampu membuka ruang komunikasi yang lebih dekat, ringan dan mudah diterima masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu dan MUI Kabupaten Bengkalis mengajak masyarakat untuk tidak hanya datang ke tempat pemungutan suara, tetapi juga mengambil bagian dalam mengawal proses demokrasi.
Pengawasan partisipatif dari masyarakat diharapkan dapat menjadi kekuatan bersama untuk mencegah politik uang, penyebaran berita bohong, serta berbagai bentuk pelanggaran yang dapat mencederai proses demokrasi.
Dengan semangat bermarwah dan bermartabat, NGERUMPI menjadi salah satu ruang kolaborasi untuk membangun kesadaran bahwa demokrasi bukan sekadar persoalan memilih pemimpin, tetapi juga tentang menjaga kejujuran, amanah dan kemaslahatan masyarakat.