NEW JERSEY (TUAH) — Final Piala Dunia FIFA 2026 yang seharusnya menjadi panggung perayaan bagi Spanyol berubah menjadi momen penuh kontroversi. Setelah La Roja memastikan kemenangan 1-0 atas Argentina melalui gol Ferran Torres di babak perpanjangan waktu, ketegangan memuncak hingga memicu keributan yang melibatkan pemain dan staf kedua tim.
Saat para pemain cadangan Spanyol berlari ke lapangan untuk merayakan gelar juara dunia kedua mereka, suasana di sekitar area teknis justru memanas. Beberapa pemain Argentina terlihat terlibat adu mulut yang kemudian berkembang menjadi aksi saling dorong.
Sorotan utama mengarah kepada gelandang Argentina, Leandro Paredes, yang dinilai menjadi pemicu keributan tersebut. Rekaman pertandingan memperlihatkan Paredes mendorong bek Spanyol Eric Garcia hingga terjatuh sebelum terlibat konfrontasi dengan gelandang muda Gavi. Insiden itu membuat wasit mengeluarkan kartu merah langsung kepada pemain Boca Juniors tersebut.
Keributan tersebut semakin memperburuk malam Argentina yang sebelumnya sudah kehilangan Enzo Fernández. Gelandang Chelsea itu menerima kartu kuning kedua pada penghujung waktu normal sehingga membuat Argentina harus memainkan sisa pertandingan dengan 10 pemain sebelum akhirnya kebobolan di babak tambahan.
Kekalahan ini sekaligus mengakhiri upaya Argentina mempertahankan gelar Piala Dunia yang mereka raih pada edisi 2022. Bagi Lionel Messi, laga final tersebut juga diyakini menjadi penampilan terakhirnya di ajang Piala Dunia.
Neville dan Shearer Kecam Sikap Argentina
Kericuhan pascalaga menuai kritik dari sejumlah pengamat sepak bola Inggris.
Mantan kapten Manchester United, Gary Neville, menyebut tindakan para pemain Argentina sebagai sesuatu yang tidak pantas terjadi di laga sebesar final Piala Dunia.
Ia mengatakan Argentina selama ini dikenal memiliki semangat juang tinggi, namun dalam beberapa pertandingan terakhir dinilai telah menunjukkan perilaku yang melampaui batas sportivitas.
Senada dengan Neville, legenda timnas Inggris Alan Shearer juga mengecam aksi Leandro Paredes.
Menurut Shearer, tindakan Paredes yang terlihat melayangkan pukulan dan terlibat kontak fisik tidak memiliki tempat dalam sepak bola profesional.
Ia menegaskan bahwa rasa kecewa akibat kekalahan memang dapat dimengerti, tetapi setiap tim harus tetap mampu menerima hasil pertandingan dengan cara yang terhormat.
FIFA Berpotensi Lakukan Investigasi
Hingga berita ini ditulis, FIFA belum mengumumkan apakah akan menjatuhkan sanksi tambahan kepada para pemain yang terlibat dalam kericuhan tersebut.
Apabila melalui pemeriksaan rekaman pertandingan ditemukan adanya tindakan kekerasan yang tidak terlihat wasit saat laga berlangsung, bukan tidak mungkin FIFA menjatuhkan hukuman disipliner tambahan berupa larangan bermain atau denda.
Spanyol Tutup Turnamen dengan Sejarah Baru
Di balik insiden tersebut, Spanyol tetap mencatat sejarah sebagai juara Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina 1-0 melalui gol Ferran Torres pada menit ke-106.
Selain mengangkat trofi, skuad La Roja juga menerima penghargaan unik berupa championship ring atau cincin juara dari Presiden FIFA Gianni Infantino. Tradisi yang lazim ditemui di liga-liga olahraga Amerika Serikat seperti NBA dan NFL itu untuk pertama kalinya diperkenalkan dalam sejarah Piala Dunia FIFA sebagai bentuk penghormatan kepada tim juara.
Pemberian cincin dilakukan secara tertutup di ruang ganti pemain setelah seremoni penyerahan trofi. Selain itu, para pemain Spanyol juga dikabarkan memperoleh replika trofi Piala Dunia berbahan LEGO sebagai suvenir khusus dari penyelenggara turnamen.
📌 Yang Perlu Anda Ketahui
- Leandro Paredes mendapat kartu merah setelah terlibat keributan massal usai final Piala Dunia 2026.
- Enzo Fernández lebih dulu diusir keluar lapangan akibat menerima kartu kuning kedua menjelang akhir waktu normal.
- Spanyol mengalahkan Argentina 1-0 melalui gol Ferran Torres di babak perpanjangan waktu dan meraih gelar juara dunia kedua mereka.