Senin, 7 September 2026 · WIB
TUAH

Jernih dalam Memahami.

SKK Migas: Lifting Minyak Juli 578 Ribu Barel, Target APBN 2026 610 Ribu

SKK Migas: Lifting Minyak Juli 578 Ribu Barel, Target APBN 2026 610 Ribu

Realisasi lifting minyak mentah SKK Migas hingga Juli 2026 baru mencapai 578 ribu barel per hari (bph), masih di bawah target APBN 2026 sebesar 610 ribu bph, salah satunya karena penurunan produksi dari Exxon Mobil dan Pertamina Hulu Rokan.

JAKARTA (TUAH) – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terus mengejar target lifting minyak mentah 610 ribu barel per hari yang ditetapkan dalam APBN 2026. Namun, hingga Juli 2026, rata-rata realisasi lifting masih berada di bawah target tersebut.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan kondisi tersebut dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Rabu.

Realisasi Lifting Masih di Bawah Target

Djoko mengatakan outlook realisasi lifting minyak mentah periode Januari hingga Juli 2026 diperkirakan berada di angka 578 ribu barel per hari.

"Target kita adalah 610 ribu barel per hari, dan untuk outlook dari Januari sampai Juli kita perkirakan 578 ribu barel rata-ratanya," ujar Djoko di Jakarta, Rabu.

Dengan angka tersebut, realisasi lifting masih sekitar 32 ribu barel per hari di bawah target APBN 2026.

Kondisi ini menjadi perhatian SKK Migas karena peningkatan produksi minyak nasional diperlukan untuk mendukung ketahanan energi sekaligus mengurangi kesenjangan antara kebutuhan dan produksi dalam negeri.

Produksi Exxon Mobil dan Pertamina Hulu Rokan Menurun

Menurut Djoko, salah satu faktor yang memengaruhi belum tercapainya target adalah kinerja sejumlah kontraktor migas yang belum optimal.

Exxon Mobil, misalnya, pada 2025 disebut mampu menghasilkan sekitar 151 ribu barel per hari. Namun, produksi saat ini berada di kisaran 124 ribu barel per hari, sementara target APBN yang ditetapkan mencapai 148 ribu barel per hari.

Kondisi tersebut membuat produksi Exxon Mobil masih sekitar 24 ribu barel per hari di bawah target.

Sementara itu, Pertamina Hulu Rokan (PHR) juga belum mencapai target produksinya. Dari target 163 ribu barel per hari, realisasi yang dicapai baru sekitar 133 ribu barel per hari.

Djoko menyebut gangguan pada pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) turut berdampak terhadap operasional produksi PHR.

SKK Migas Siapkan Strategi Kejar Kekurangan Lifting

Untuk mengejar target yang masih belum tercapai, SKK Migas menyiapkan sejumlah langkah, termasuk mengoptimalkan minyak mentah yang telah diangkat tetapi masih tersimpan di tangki.

Saat ini terdapat sekitar 2,57 juta barel stok minyak mentah yang dapat dimanfaatkan untuk membantu menutup kekurangan lifting.

SKK Migas juga berupaya mencairkan stok yang masih "membeku" di tangki dengan potensi tambahan sekitar 6.800 barel.

Selain itu, kontribusi dari sumur rakyat turut menjadi salah satu sumber tambahan lifting yang sedang didorong. Potensinya ditargetkan mencapai sekitar 5 ribu barel per hari.

Optimalisasi produksi dari kontraktor migas lainnya juga akan terus dilakukan untuk meningkatkan capaian lifting hingga akhir 2026.

Upaya Mengejar Target hingga Akhir Tahun

SKK Migas masih memiliki waktu hingga akhir 2026 untuk meningkatkan rata-rata lifting dan mendekati target yang telah ditetapkan dalam APBN.

Berbagai langkah tersebut diharapkan dapat mempersempit kesenjangan antara target dan realisasi sekaligus menjaga produksi minyak nasional di tengah tantangan operasional yang dihadapi sejumlah kontraktor.

📌 Yang Perlu Anda Ketahui

  • Target lifting minyak mentah APBN 2026 mencapai 610 ribu barel per hari, sementara outlook Januari–Juli berada di sekitar 578 ribu barel per hari.
  • Penurunan produksi Exxon Mobil dan Pertamina Hulu Rokan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi capaian lifting.
  • SKK Migas menyiapkan sejumlah langkah, termasuk memanfaatkan stok 2,57 juta barel, mencairkan stok yang masih tersimpan, serta mendorong kontribusi sumur rakyat.
Bagikan
S
Penulis
Shanum Ahmad

Jurnalis bisnis dan isu indonesia dan internasional