PEKANBARU (TUAH) — Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho melantik 39 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, Jumat (24/7). Pelantikan yang berlangsung di Aula Gedung Utama Kompleks Perkantoran Tenayan Raya itu mencakup 18 lurah dan 21 pejabat pengawas yang akan bertugas di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan kecamatan.
Dalam sambutannya, Agung mengucapkan selamat kepada seluruh pejabat yang baru menerima amanah. Ia menegaskan bahwa keberhasilan kepemimpinan daerah sangat ditentukan oleh kinerja aparatur yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
"Selamat kepada seluruh pejabat yang dilantik. Bekerjalah dengan sungguh-sungguh dan terus berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kunci keberhasilan wali kota dan wakil wali kota ada pada para pejabat yang hari ini menerima amanah," ujarnya.
Lurah Diminta Hadir di Tengah Masyarakat
Agung memberikan perhatian khusus kepada para lurah yang baru dilantik. Menurutnya, lurah harus menjadi pemimpin yang hadir di tengah masyarakat dan mampu menyelesaikan persoalan warga sejak di tingkat kelurahan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Ia menekankan bahwa lurah tidak boleh hanya meneruskan persoalan ke tingkat kecamatan tanpa upaya penyelesaian.
"Lurah harus dekat dengan warga. Persoalan yang bisa diselesaikan di kelurahan harus dituntaskan di kelurahan. Selain itu, lurah juga harus menjaga kebersihan, ketenteraman, serta keharmonisan lingkungan," tegasnya.
Evaluasi Kinerja Dilakukan Setiap Enam Bulan
Dalam kesempatan tersebut, Agung juga menjelaskan bahwa Pemko Pekanbaru kini menerapkan sistem manajemen talenta dalam pengelolaan aparatur sipil negara. Melalui sistem ini, evaluasi kinerja pejabat dilakukan setiap enam bulan sehingga promosi maupun mutasi jabatan didasarkan pada capaian kerja.
Menurutnya, pemerintah tidak membutuhkan pejabat yang hanya membangun citra, tetapi mampu menunjukkan hasil nyata bagi masyarakat.
"Saya tidak membutuhkan pencitraan. Yang saya butuhkan adalah hasil kerja. Saya menerima laporan langsung dari warga sehingga mengetahui bagaimana kinerja para pejabat di lapangan," katanya.
Ia menambahkan, dirinya bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar rutin turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus memastikan pelayanan publik berjalan dengan baik.
Pastikan Seleksi Bebas Titipan
Agung juga memastikan seluruh lurah yang dilantik telah melalui proses seleksi berbasis kompetensi. Ia membantah adanya praktik penunjukan berdasarkan kedekatan politik maupun imbalan tertentu.
"Saya tegaskan, tidak ada lurah yang dilantik tanpa mengikuti tes. Semua berdasarkan hasil seleksi dan kemampuan. Tidak ada karena kedekatan dengan kelompok tertentu atau karena memberikan uang. Silakan dicek," ujarnya.
Sejumlah Nama Lurah Baru
Dari 18 lurah yang dilantik, beberapa di antaranya adalah Beni Wahyudy sebagai Lurah Bambu Kuning, Yupi Suwansyah sebagai Lurah Tangkerang Timur, Reza Dewantara sebagai Lurah Sialang Sakti, Agustina sebagai Lurah Tuah Negeri, Delawija Andrio sebagai Lurah Sukamulia, Sutikno sebagai Lurah Kulim, Raja Arie Anasthia Putri sebagai Lurah Sago, Bima Kuncoro sebagai Lurah Padang Terubuk, Mutia Pratama Rozi sebagai Lurah Tangkerang Selatan, serta Junaidi sebagai Lurah Air Dingin.
Selain pelantikan lurah, Pemko Pekanbaru juga melantik pejabat pengawas di berbagai OPD dan kecamatan sebagai bagian dari penyegaran organisasi serta penguatan pelayanan publik.
📌 Yang Perlu Anda Ketahui
• Wali Kota Pekanbaru melantik 39 pejabat, terdiri atas 18 lurah dan 21 pejabat pengawas di lingkungan Pemko Pekanbaru.
• Agung Nugroho meminta para lurah lebih dekat dengan masyarakat dan mampu menyelesaikan persoalan di tingkat kelurahan sebelum naik ke kecamatan.
• Pemko Pekanbaru kini menerapkan manajemen talenta, sehingga evaluasi kinerja dilakukan setiap enam bulan dan promosi jabatan didasarkan pada hasil kerja serta kompetensi, bukan kedekatan politik.