PADANG (TUAH) – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang sejak Selasa (4/8/2026) menyebabkan banjir di sedikitnya 15 titik yang tersebar di berbagai wilayah. Luapan air merendam permukiman warga dan sejumlah ruas jalan, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang bergerak cepat melakukan evakuasi warga terdampak sekaligus mendata kerusakan di lapangan.
Banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang mengguyur hampir sepanjang hari. Debit air di sejumlah saluran dan sungai meningkat hingga meluap ke kawasan permukiman. Kondisi tersebut membuat beberapa wilayah tergenang dan memaksa sebagian warga dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.
Petugas BPBD bersama tim gabungan diterjunkan ke lokasi terdampak untuk membantu proses penyelamatan warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia. Selain melakukan evakuasi, tim juga melakukan pendataan terhadap rumah, fasilitas umum, serta infrastruktur yang terdampak banjir sebagai dasar penanganan lanjutan.
Pemerintah mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan menghindari kawasan yang rawan genangan maupun luapan sungai. Warga juga diminta segera melaporkan kondisi darurat kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat.
Di Ranah Minang, banjir bukan sekadar genangan air, tetapi menjadi pengingat bahwa alam selalu meminta manusia untuk lebih bijak menjaga lingkungan. Ketika "aia mambangkik", kebersamaan dan semangat gotong royong menjadi kekuatan utama masyarakat untuk bangkit menghadapi musibah.