Rabu, 29 Juli 2026 · WIB
TUAH

Jernih dalam Memahami.

Feature · Indonesia

APBD Terbatas, Bupati Annisa Bangun Infrastruktur Rp31,55 Miliar Lewat Dana CSR

APBD Terbatas, Bupati Annisa Bangun Infrastruktur Rp31,55 Miliar Lewat Dana CSR
Generate ai/internet

Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani berhasil menghimpun komitmen Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp31,55 miliar untuk membangun dan merehabilitasi sembilan ruas jalan di Kabupaten Dharmasraya. Skema pembiayaan inovatif ini menjadi solusi agar pembangunan infrastruktur tetap berjalan meski ruang fiskal dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tengah menghadapi tekanan akibat kebijakan efisiensi anggaran.

DHARMASRAYA (TUAH) — Di tengah keterbatasan ruang fiskal yang dihadapi banyak pemerintah daerah, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya memilih mencari jalan keluar melalui kolaborasi dengan dunia usaha. Alih-alih hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pemerintah daerah memanfaatkan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan untuk membiayai pembangunan infrastruktur.

Strategi tersebut membuahkan hasil. Hingga pertengahan Juli 2026, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya berhasil menghimpun komitmen pembangunan infrastruktur senilai Rp31,55 miliar yang akan digunakan untuk membangun dan merehabilitasi sedikitnya sembilan ruas jalan di berbagai wilayah.

Langkah ini menjadi salah satu inovasi pembiayaan yang ditempuh Pemerintah Kabupaten Dharmasraya agar pembangunan tetap berjalan tanpa sepenuhnya bergantung pada kemampuan fiskal daerah.

Rp31,55 Miliar Dana CSR Digunakan Bangun Sembilan Ruas Jalan

Dana CSR tersebut akan digunakan untuk membiayai pembangunan dan rehabilitasi sejumlah ruas jalan yang menjadi akses penting bagi mobilitas masyarakat serta distribusi hasil pertanian dan perkebunan.

Proyek yang menjadi prioritas antara lain peningkatan Jalan Pinang Makmur–PT Bina sepanjang 1,5 kilometer, Jalan Batu Kangkung–Lubuk Besar sepanjang 1,7 kilometer, serta Jalan Abai Siat–Batas Solok Selatan/Koto Gadang sepanjang enam kilometer yang didukung oleh enam perusahaan.

Selain itu, program juga mencakup rehabilitasi Jalan Simpang Lintas Sport Center–Simpang SMKN 1 Koto Padang, pembangunan Jalan Lingkar Sopan Jaya, rehabilitasi Jalan Simpang Lintas Sungai Dareh–Sungai Kilangan, peningkatan Jalan Piruko Barat–Padang Tarok, peningkatan Jalan Sinamar–Sungai Limau, hingga rehabilitasi Jalan Wonotiung–Koto Salak.

Peningkatan infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperlancar konektivitas antarkawasan, mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, sekaligus meningkatkan akses terhadap layanan publik.

Enam Perusahaan Perkuat Dukungan Pembangunan

Komitmen dunia usaha kembali diperkuat pada 16 Juli 2026 melalui penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dengan enam perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.

Perusahaan yang terlibat meliputi PT Hamparan Kemilau Indah, PT Dharmasraya Sawit Lestari, PT Dharmasraya Lestarindo, PT Sumbar Andalas Kencana, PT Andalas Wahana Berjaya, serta satu perusahaan mitra lainnya.

Nilai komitmen yang disepakati pada tahap tersebut mencapai sekitar Rp6,6 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk peningkatan Jalan Piruko Barat–Padang Tarok, Jalan Bukik Bajang–Padang Tarok, pembangunan Jalan Lingkar Sopan Jaya, serta rehabilitasi jalan menuju Sport Center Dharmasraya dan SMK Negeri 1 Koto Padang.

Strategi Annisa Saat APBD Daerah Terbatas

Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani mengatakan pemerintah daerah harus mampu menghadirkan solusi kreatif agar pembangunan tidak terhenti akibat keterbatasan anggaran.

Menurutnya, kolaborasi dengan sektor swasta melalui program CSR menjadi salah satu alternatif pembiayaan yang mampu mempercepat pembangunan sekaligus menjaga pelayanan kepada masyarakat.

"Kami tidak ingin keterbatasan fiskal menjadi alasan tertundanya pembangunan. Karena itu, kami membangun kolaborasi dengan dunia usaha melalui skema pembiayaan inovatif agar kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat tetap dapat dipenuhi," ujar Annisa.

Ia berharap kemitraan antara pemerintah daerah dan dunia usaha dapat terus diperluas sehingga semakin banyak pembangunan yang dapat diwujudkan melalui program CSR.

Menurut Annisa, sinergi tersebut merupakan bentuk gotong royong antara pemerintah dan sektor swasta dalam menghadirkan pembangunan yang merata, berkelanjutan, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kabupaten Dharmasraya.

Skema CSR Berpotensi Jadi Contoh bagi Daerah Lain

Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir membuat banyak pemerintah daerah harus menyusun ulang prioritas pembangunan. Kondisi tersebut mendorong daerah mencari sumber pembiayaan alternatif tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pemanfaatan dana CSR menjadi salah satu opsi yang dinilai efektif. Selain membantu mempercepat pembangunan infrastruktur, perusahaan juga dapat menyalurkan tanggung jawab sosialnya melalui proyek yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Jika dijalankan secara berkelanjutan dan transparan, pola kolaborasi yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya berpotensi menjadi model pembiayaan alternatif bagi daerah lain yang menghadapi tantangan serupa dalam membangun infrastruktur.

📌 Yang Perlu Anda Ketahui

• Bupati Annisa Suci Ramadhani berhasil menghimpun dana CSR senilai Rp31,55 miliar untuk membangun dan merehabilitasi sembilan ruas jalan di Kabupaten Dharmasraya.

• Skema pembiayaan melalui CSR menjadi solusi di tengah keterbatasan APBD, sehingga pembangunan infrastruktur tetap dapat berjalan tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah daerah.

• Enam perusahaan turut memperkuat komitmen pembangunan melalui kerja sama senilai sekitar Rp6,6 miliar sebagai bagian dari kolaborasi pemerintah dan dunia usaha untuk mempercepat pembangunan daerah.

Bagikan
S
Penulis
Shanum Ahmad

Jurnalis bisnis dan isu indonesia dan internasional