Senin, 7 September 2026 · WIB
TUAH

Jernih dalam Memahami.

Haris Azhar Ungkap 3 Langkah Hadapi Represi terhadap Jurnalis

Haris Azhar Ungkap 3 Langkah Hadapi Represi terhadap Jurnalis
Gambar di buat menggunakan AI

Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Haris Azhar mengungkap tiga pendekatan advokasi untuk menghadapi tindakan represi terhadap jurnalis. Ia menekankan pentingnya pencegahan, pertanggungjawaban atas kerugian material, serta proses hukum apabila serangan menyasar tubuh, jiwa, atau hak fundamental jurnalis.

JAKARTA (TUAH) — Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Haris Azhar mengungkap tiga langkah yang dapat dilakukan untuk menghadapi tindakan represi terhadap jurnalis. Pandangan tersebut disampaikan dalam pelatihan jurnalistik tematik yang diselenggarakan Dewan Pers di Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Menurut Haris, penanganan terhadap represi harus disesuaikan dengan dampak yang ditimbulkan. Ia membagi pendekatan advokasi mulai dari upaya mencegah represi, meminta pertanggungjawaban atas kerugian material, hingga membawa perkara ke proses hukum apabila serangan menyentuh hak-hak fundamental.

1. Pencegahan Dimulai dari Kesadaran Pejabat

Haris mengatakan tindakan represi yang masih dapat dicegah seharusnya ditangani dari tingkat paling mendasar, yakni membangun kesadaran dan etika pejabat agar tidak menggunakan kekuasaan maupun kekayaan untuk menyerang jurnalis.

Menurut dia, penggunaan kekuasaan untuk menekan pekerja media harus dapat dikendalikan agar kebebasan pers tetap terlindungi.

"Hal-hal (tindakan represi) yang bisa dicegah harusnya bisa dilakukan lebih mendasar. Jadi, pertama, dari sisi kesadaran dan etika pejabat untuk tidak menggunakan kekuasaan dan kekayaannya untuk menyerang, ya, itu harus bisa dikendalikan," kata Haris.

2. Kerusakan Alat Jurnalistik Harus Diganti

Haris kemudian menyoroti represi yang menyebabkan kerugian material terhadap jurnalis.

Ia mencontohkan kerusakan terhadap peralatan kerja seperti kamera dan ponsel. Menurutnya, apabila serangan mengakibatkan kerugian material, pelaku harus dimintai pertanggungjawaban atas kerugian tersebut.

"Kalau ada kerugian material, maka harus dimintakan pertanggungjawaban materialnya. Misalnya, serangannya tidak menyerang pada profesi, melainkan pada alat, ya, faktanya diungkap dan kerugian materialnya harus diganti," ujar Haris.

Pendekatan tersebut dinilai penting agar kerugian yang dialami jurnalis tidak berhenti hanya pada pencatatan kejadian, tetapi juga mendapatkan penyelesaian yang jelas.

3. Jika Menyangkut Tubuh dan Jiwa, Proses Hukum Harus Berjalan

Untuk tindakan represi yang berdampak pada tubuh, jiwa, maupun hak fundamental jurnalis, Haris menilai proses hukum harus dilakukan hingga tuntas.

Menurutnya, setiap kasus perlu mengungkap fakta secara menyeluruh, termasuk siapa pelaku, siapa korban, serta bentuk pertanggungjawaban yang harus diberikan.

"Kalau serangan terhadap hak-hak yang sangat fundamental, seperti badan dan jiwa, dan juga yang terkait dengan profesinya, maka itu harus sampai ke proses yang final," terang Haris.

Ia menambahkan, proses tersebut harus mampu menemukan fakta mengenai kejadian, pelaku, korban, hingga keputusan atau penilaian hukum terhadap perkara tersebut.

Haris: Represi Jangan Sampai Menghentikan Pemberitaan

Selain penanganan terhadap pelaku, Haris menekankan bahwa respons terhadap serangan terhadap jurnalis tidak boleh membuat isu utama yang sedang diberitakan justru hilang.

Menurut dia, jika serangan memiliki unsur pidana, proses hukum dapat ditempuh melalui mekanisme yang tersedia. Sementara persoalan yang berkaitan dengan profesi atau produk jurnalistik dapat dibawa melalui mekanisme Dewan Pers.

"Serangan terhadap jurnalis itu harus dilawan dengan kita terus memberitakan apa yang menjadi isu yang membuat Anda diserang," kata Haris.

Ia menilai jurnalis, organisasi profesi, dan Dewan Pers perlu memastikan keberlanjutan pemberitaan agar tekanan terhadap seorang jurnalis tidak berujung pada berhentinya informasi mengenai isu yang memiliki kepentingan publik.

Pentingnya Perlindungan terhadap Jurnalis

Pernyataan Haris tersebut menempatkan perlindungan terhadap jurnalis bukan hanya sebagai persoalan keselamatan individu, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan kerja jurnalistik.

Represi terhadap jurnalis berpotensi menghambat masyarakat dalam memperoleh informasi, terutama ketika tekanan tersebut membuat proses peliputan atau pemberitaan terhenti.

Karena itu, menurut pendekatan yang disampaikan Haris, respons terhadap represi perlu dilakukan secara proporsional berdasarkan dampaknya, sembari memastikan mekanisme hukum dan penyelesaian sengketa pers tetap digunakan sesuai konteksnya.

📌 Yang Perlu Anda Ketahui

  • Haris Azhar mengungkap tiga pendekatan menghadapi represi terhadap jurnalis, mulai dari pencegahan hingga proses hukum.
  • Jika represi menyebabkan kerusakan alat kerja jurnalistik, Haris menilai pelaku harus dimintai pertanggungjawaban atas kerugian material.
  • Jika serangan menyasar tubuh, jiwa, atau hak fundamental jurnalis, Haris menilai perkara harus diproses secara hukum hingga tuntas dan tidak boleh membuat pemberitaan mengenai isu publik terhenti.
Sumber
Bagikan
S
Penulis
Shanum Ahmad

Jurnalis bisnis dan isu indonesia dan internasional