Rabu, 29 Juli 2026 · WIB
TUAH

Jernih dalam Memahami.

Breaking · Dunia

Iran Klaim Bombardir Fasilitas Militer Amerika Serikat di Enam Negara Timur Tengah

Iran Klaim Bombardir Fasilitas Militer Amerika Serikat di Enam Negara Timur Tengah
Generate ai/internet

Berdasarkan klaim IRGC (Korps Garda Revolusi Islam Iran) melalui tayangan resminya, mereka melancarkan serangan ke enam negara, yakni UEA, Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Yordania, dan Qatar

INTERNASIONAL (TUAH) - Iran kembali meluncurkan serangan balasan yang menyasar sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di sekitar Teluk Persia. Serangan ke beberapa negara yang dilancarkan dalam waktu hampir bersamaan itu disebut Iran sebagai balasan atas gempuran Negeri Paman Sam.

Mengutip laporan AFP kemarin (12/7), ledakan terdengar di Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan Bahrain. Sementara itu, berdasarkan klaim IRGC (Korps Garda Revolusi Islam Iran) melalui tayangan resminya, mereka melancarkan serangan ke enam negara, yakni UEA, Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Yordania, dan Qatar.

"Anda telah diperingatkan. Tidak ada lagi alasan. Kami harus menyerang," kata salah seorang petinggi IRGC.

Dalam pernyataan resmi IRGC yang disiarkan IRIB sebagaimana dikutip Al Jazeera, salah satu sasaran mereka adalah landasan udara AS di Yordania. Mereka menyebut, lokasi tersebut merupakan hanggar yang menampung drone MQ-9. Rudal balistik Iran berhasil menghantam pusat komando dan kendali di pangkalan militer tersebut.

Di antara pemantik serangan pihak Iran itu adalah AS yang terus mendesak kapal tanker untuk melewati Selat Hormuz. Padahal, Iran menyatakan, telah menutup selat yang penting bagi distribusi minyak dunia tersebut. Selain itu, Teheran juga mengklaim militer Washington DC menyerang fasilitas telekomunikasi di pesisir selatan mereka.

Ternyata, peringatan keras dari Iran itu tidak ditanggapi oleh AS. Menurut laporan CNN, AS kembali melakukan serangan ke Iran kemarin (12/7). Pihak AS beralasan bahwa Iran sudah menyerang atau menembaki kapal yang melewati Selat Hormuz.

Pusat Komando Militer AS (CENTCOM) dalam sebuah pernyataan menyebut, serangan terbaru mereka diluncurkan Minggu (12/7) pukul 23.15 GMT atau sekitar pukul 02.45 dini hari waktu Teheran. Serangan itu disebut diluncurkan atas arahan Presiden Donald Trump.

Bagikan
D
Penulis
Danpe

Jurnalis teknologi dan isu Riau. Menulis dengan pendekatan data.