Rabu, 29 Juli 2026 · WIB
TUAH

Jernih dalam Memahami.

Breaking · Indonesia

KPK Dalami Lelang Jabatan di Kuansing, Dua Posisi Strategis Jadi Sorotan

KPK Dalami Lelang Jabatan di Kuansing, Dua Posisi Strategis Jadi Sorotan
Ilustrasi AI

Pendalaman dilakukan setelah mencuat dugaan suap jual beli jabatan. KPK menelusuri proses seleksi Sekda dan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kuantan Singingi.

TELUK KUANTAN (TUAH) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Salah satu fokus penyidik adalah mendalami proses lelang jabatan untuk posisi Sekretaris Daerah (Sekda) dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), dua jabatan strategis yang memiliki peran penting dalam pemerintahan daerah.”dikutip dari Antaranews.

Pendalaman tersebut merupakan bagian dari rangkaian penyidikan pasca-operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 29–30 Juni 2026. Selanjutnya, penyidik melakukan serangkaian penggeledahan di sejumlah lokasi di Kuantan Singingi dan Pekanbaru pada 4–6 Juli 2026 untuk melengkapi alat bukti. “ dikutip dari detiknews.

Menelusuri Integritas Seleksi Jabatan

Dalam penyidikan yang terus berjalan, KPK menelusuri apakah proses seleksi jabatan telah berlangsung sesuai mekanisme atau justru dipengaruhi praktik suap dan penyalahgunaan kewenangan.

Jabatan Sekda merupakan posisi tertinggi Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah yang berperan mengoordinasikan seluruh perangkat daerah. Sementara Kepala Dinas PUPR memegang peran strategis dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan infrastruktur.

Karena itu, integritas proses pengisian kedua jabatan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan tata kelola pemerintahan berjalan secara profesional.

Agenda Resmi KPK

Pendalaman perkara dilakukan melalui pemeriksaan saksi, penyitaan dokumen, barang bukti elektronik, serta penggeledahan sejumlah lokasi yang diduga berkaitan dengan perkara. Seluruh agenda penyidikan dipusatkan dan dikoordinasikan dari Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, sebagai bagian dari proses penyidikan resmi lembaga antirasuah.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan bahwa penyidikan masih terus berkembang.

Dikutip dari Antaranews, “Penyidik masih terus mendalami seluruh rangkaian peristiwa dan mengumpulkan alat bukti yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi tersebut,” ujar Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Sebelumnya, Budi juga menjelaskan bahwa dugaan perkara yang ditangani berkaitan dengan praktik suap dalam pengisian jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Kuantan Singingi.

Pemerintah Kabupaten Menghormati Proses Hukum

Hingga proses penyidikan berlangsung, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi menyatakan menghormati seluruh proses hukum yang dilakukan KPK dan menyatakan akan bersikap kooperatif apabila dibutuhkan dalam proses pemeriksaan. Sikap tersebut juga sejalan dengan imbauan KPK agar seluruh pihak memberikan keterangan secara terbuka demi mempercepat pengungkapan perkara.”dikutip dari Riauonline

Mengapa Ini Penting?

Bagi TUAH, perkara ini bukan semata soal dugaan korupsi dalam pengisian jabatan.

Yang dipertaruhkan adalah kepercayaan publik terhadap sistem merit dalam birokrasi. Ketika jabatan strategis diduga diperjualbelikan, maka kualitas pelayanan publik, pembangunan daerah, hingga penggunaan anggaran berpotensi ikut terdampak.

Pendalaman yang dilakukan KPK menjadi pengingat bahwa reformasi birokrasi tidak cukup hanya melalui regulasi, tetapi juga harus dijaga dengan integritas dalam setiap proses pengisian jabatan.

Yang Perlu Anda Ketahui;

  • KPK mendalami proses lelang jabatan Sekda dan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kuantan Singingi.
  • Pendalaman dilakukan setelah OTT pada 29–30 Juni 2026, disusul penggeledahan pada 4–6 Juli 2026 di Kuansing dan Pekanbaru.
  • Penyidikan bertujuan memastikan pengisian jabatan publik berlangsung transparan, bebas dari praktik suap, dan sesuai prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.
Bagikan
A
Penulis
Admiral Shand