Sabtu, 1 Agustus 2026 · WIB
TUAH

Jernih dalam Memahami.

Breaking · Indonesia

Mal Ramai-Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa? Pemerintah, APPBI hingga Pengusaha Buka Suara

Mal Ramai-Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa? Pemerintah, APPBI hingga Pengusaha Buka Suara
Generate ai/internet

Pemasangan pagar besi tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan, termasuk Kota Kasablanka di Jakarta Selatan, memicu spekulasi di media sosial. Pemerintah, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), dan kalangan pengusaha memastikan langkah tersebut bukan karena ancaman keamanan atau potensi kerusuhan, melainkan untuk menata arus keluar-masuk pengunjung dan meningkatkan keselamatan.

JAKARTA (TUAH) — Fenomena pemasangan pagar besi tinggi di sejumlah mal di Indonesia menjadi perhatian publik dalam beberapa hari terakhir. Setelah ramai diperbincangkan di media sosial, pusat perbelanjaan Kota Kasablanka di Jakarta Selatan menjadi salah satu mal terbaru yang memasang pagar tinggi di area depannya.

Muncul berbagai spekulasi yang mengaitkan langkah tersebut dengan isu keamanan nasional maupun kekhawatiran pelaku usaha terhadap potensi kerusuhan. Namun, pemerintah dan asosiasi pengelola pusat perbelanjaan memastikan anggapan tersebut tidak benar.

Pemerintah Pastikan Tidak Ada Ancaman Keamanan

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan pemerintah tidak menemukan adanya indikasi gangguan keamanan yang menjadi alasan pemasangan pagar di sejumlah mal.

Menurutnya, hasil koordinasi dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menunjukkan situasi tetap kondusif.

"Oh nggak ada masalah, nggak ada. Kita dari koordinasi dengan Apindo dan APPBI nggak ada masalah kok, nggak ada isu itu," kata Budi Santoso di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (31/7/2026).

Meski demikian, Budi mengaku belum mengetahui alasan spesifik setiap pengelola mal yang memilih memasang pagar tinggi di area depan pusat perbelanjaannya.

APPBI: Tujuannya Menata Arus Pengunjung

Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja, menjelaskan pemasangan pagar bukan dilakukan karena kekhawatiran terhadap situasi keamanan, melainkan sebagai bagian dari pengelolaan kawasan pusat perbelanjaan.

Menurutnya, pagar membantu mengatur jalur keluar-masuk pengunjung agar lebih tertib serta mengurangi potensi gangguan terhadap lalu lintas di sekitar mal.

"Tujuan utamanya supaya lebih menertibkan arus keluar masuk pengunjung. Kalau terbuka, pengunjung bisa masuk dan keluar dari mana saja sehingga membahayakan lalu lintas sekitar," ujar Alphonzus.

Ia menegaskan kebijakan tersebut merupakan keputusan masing-masing pengelola pusat perbelanjaan sesuai kebutuhan operasional.

Pengusaha: Tidak Semua Mal Memasang Pagar

Ketua Umum Apindo, Shinta Kamdani, juga mengatakan pihaknya belum melihat adanya kekhawatiran kolektif dari pengusaha terkait kondisi keamanan.

Ia menilai pemasangan pagar merupakan hak masing-masing pengelola dan tidak dilakukan secara serentak oleh seluruh pusat perbelanjaan.

"Ini juga kan nggak terjadi di semua mal. Mungkin ada alasan tertentu kenapa dipagari, tapi kami tidak melihat adanya kekhawatiran bahwa semua mal harus melakukan hal yang sama," kata Shinta.

Senada dengan itu, Chief Executive Officer (CEO) Lippo Group James Riady memastikan pusat-pusat perbelanjaan milik Lippo Group tidak akan mengikuti langkah tersebut.

Bahkan, menurut James, dalam beberapa tahun terakhir sejumlah mal milik Lippo justru mengurangi atau membongkar pagar agar kawasan menjadi lebih terbuka bagi masyarakat.

"Yang terjadi justru dalam 10 tahun terakhir pagar-pagar di mal Lippo kami bongkar dan kami turunkan. Mari kita tetap optimistis," ujarnya.

Ramai Dibahas di Media Sosial

Fenomena ini sebelumnya viral di media sosial, terutama di platform Threads, setelah sejumlah pengguna mengunggah foto mal yang memasang pagar besi tinggi di bagian depan.

Tidak hanya di Jakarta, beberapa unggahan juga menunjukkan pusat perbelanjaan di Surabaya melakukan langkah serupa sehingga memunculkan berbagai spekulasi mengenai alasan di balik pemasangan pagar tersebut.

Hingga kini, pemerintah maupun asosiasi pengelola pusat perbelanjaan menegaskan bahwa tidak ada instruksi khusus ataupun ancaman keamanan yang melatarbelakangi kebijakan tersebut.

Pusat Perbelanjaan Masih Tumbuh

Di tengah ramainya perbincangan mengenai pagar tinggi, pelaku industri memastikan sektor ritel nasional masih menunjukkan tren positif.

Kalangan pengusaha menilai aktivitas investasi dan pengembangan pusat perbelanjaan tetap berjalan, sementara langkah pengamanan atau penataan akses dilakukan berdasarkan kebutuhan masing-masing lokasi.

📌 Yang Perlu Anda Ketahui

  • Pemerintah memastikan pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal bukan karena ancaman keamanan atau potensi kerusuhan.
  • APPBI menyebut pagar dipasang untuk menata akses keluar-masuk pengunjung dan meningkatkan keselamatan lalu lintas di sekitar pusat perbelanjaan.
  • Apindo dan pelaku usaha menegaskan tidak semua mal memasang pagar tinggi, sementara industri ritel dinilai masih berada dalam kondisi yang baik.
Bagikan
S
Penulis
Shanum Ahmad

Jurnalis bisnis dan isu indonesia dan internasional