Senin, 7 September 2026 · WIB
TUAH

Jernih dalam Memahami.

Buaya Muncul di Perairan Tulungagung, PSDKP Perketat Pemantauan hingga Pantai Popoh

Buaya Muncul di Perairan Tulungagung, PSDKP Perketat Pemantauan hingga Pantai Popoh
Generate AI

Seekor buaya kembali terpantau di sejumlah perairan pesisir Tulungagung, Jawa Timur. Tim Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) terus memantau pergerakan satwa tersebut yang berpindah-pindah dari Pantai Sidem hingga Popoh. Evakuasi belum dilakukan karena buaya lebih sering berada di laut dan jenis serta asal-usulnya belum dapat dipastikan.

TULUNGAGUNG (TUAH) — Kemunculan seekor buaya di perairan Tulungagung membuat petugas meningkatkan pemantauan di kawasan pesisir. Satwa tersebut beberapa kali terlihat berpindah lokasi, mulai dari Pantai Sidem hingga kawasan Popoh.

Tim Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Tulungagung bersama unsur TNI AL dan Polairud terus berkoordinasi untuk mengetahui pergerakan satwa sekaligus memastikan keselamatan masyarakat yang beraktivitas di sekitar perairan.

Buaya Masih Berada di Laut, Evakuasi Belum Dilakukan

Koordinator PSDKP Tulungagung, Samsul Rijal, mengatakan petugas secara rutin melakukan pemeriksaan ke sejumlah lokasi yang menjadi titik kemunculan buaya.

Namun, proses evakuasi belum dapat dilakukan karena satwa tersebut lebih sering berada di perairan.

Kondisi tersebut membuat upaya penangkapan menjadi lebih sulit dibandingkan apabila buaya ditemukan berada di daratan. Selain itu, penanganan satwa juga harus dilakukan dengan prosedur yang tepat karena merupakan satwa yang dilindungi.

Untuk saat ini, petugas lebih memprioritaskan pemantauan pergerakan buaya daripada melakukan tindakan penangkapan secara terburu-buru.

Berpindah dari Pantai Sidem hingga Popoh

Buaya tersebut diketahui beberapa kali berpindah lokasi di sepanjang perairan pesisir Tulungagung.

Kemunculannya yang berpindah-pindah membuat petugas harus terus melakukan koordinasi dan pemantauan untuk mengetahui pola pergerakannya.

PSDKP juga melibatkan unsur lain, termasuk TNI AL dan Polairud, dalam upaya pengawasan di kawasan tersebut.

Pemantauan menjadi penting untuk mengetahui apakah satwa tersebut masih berada di sekitar lokasi yang sebelumnya dilaporkan atau telah bergerak menuju wilayah perairan lainnya.

Penanganan Buaya di Laut Tidak Mudah

Upaya mengevakuasi buaya dari laut memiliki tantangan tersendiri. Petugas membutuhkan pengalaman dan metode khusus untuk memastikan proses penanganan tidak membahayakan manusia maupun satwa.

Kondisi buaya yang mampu berenang dan menyelam juga membuat keberadaannya sulit dipantau secara terus-menerus ketika berada di bawah permukaan air.

Karena itu, proses evakuasi akan lebih memungkinkan apabila buaya tersebut muncul dan berada di daratan.

Petugas juga perlu mempertimbangkan aspek keselamatan sebelum melakukan tindakan terhadap satwa tersebut.

Jenis dan Asal Buaya Masih Belum Dipastikan

Hingga saat ini, PSDKP Tulungagung belum dapat memastikan jenis maupun asal-usul buaya tersebut.

Identifikasi belum dilakukan secara langsung karena petugas sejauh ini masih melakukan pemantauan dari daratan ketika satwa muncul ke permukaan.

Salah satu kemungkinan yang muncul adalah buaya tersebut merupakan buaya muara, mengingat terdapat habitat yang memungkinkan di sekitar kawasan muara Sungai Niyama.

Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan.

Kemungkinan lain juga masih terbuka karena sebelumnya terdapat informasi mengenai buaya yang diduga lepas dari pemeliharaan di wilayah pesisir Malang.

Warga Diminta Tidak Mendekati Buaya

Dengan kondisi tersebut, masyarakat yang beraktivitas di sekitar pesisir Tulungagung diimbau tidak mendekati buaya apabila kembali terlihat.

Warga juga tidak disarankan mencoba menangkap atau mengejar satwa tersebut secara mandiri karena dapat membahayakan keselamatan.

Apabila menemukan kemunculan buaya, masyarakat sebaiknya segera melaporkannya kepada petugas agar dapat dilakukan pemantauan dan penanganan sesuai prosedur.

PSDKP bersama unsur terkait akan terus memantau perkembangan di lapangan sembari menunggu kesempatan yang tepat untuk melakukan identifikasi maupun evakuasi.

📌 Yang Perlu Anda Ketahui

  • Seekor buaya terpantau di perairan Tulungagung, dengan lokasi kemunculan yang berpindah dari Pantai Sidem hingga Popoh.
  • PSDKP, TNI AL, dan Polairud terus melakukan pemantauan, sementara evakuasi belum dilakukan karena buaya lebih sering berada di laut.
  • Jenis dan asal-usul buaya belum dipastikan, sehingga masyarakat diminta tidak mendekati atau mencoba menangkap satwa tersebut dan segera melapor kepada petugas jika kembali terlihat.
Bagikan
S
Penulis
Shanum Ahmad

Jurnalis bisnis dan isu indonesia dan internasional