PAKISTAN (TUAH) — Sedikitnya 14 orang tewas dalam serangan bom bunuh diri yang mengguncang aksi demonstrasi anti-milisi di Distrik Swat, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, Minggu (2/8/2026). Korban terdiri atas delapan anggota polisi dan enam warga sipil, sementara sedikitnya 22 orang lainnya mengalami luka-luka.
Ledakan terjadi ketika ratusan warga menggelar unjuk rasa di depan Kantor Polisi Kabal. Massa menuntut pemerintah meningkatkan keamanan dan mengambil tindakan tegas terhadap kelompok militan yang kembali aktif di kawasan tersebut.
Pelaku Gagal Masuk Kantor Polisi
Wakil Inspektur Jenderal Polisi Swat, Fida Hussain, mengatakan pelaku sempat berusaha memasuki kompleks kantor polisi sebelum dihentikan petugas di pintu gerbang.
"Pelaku bom bunuh diri mencoba masuk ke kantor polisi yang berada di persimpangan jalan, tetapi dihentikan polisi di gerbang utama," kata Fida Hussain.
Tak lama setelah dihentikan, pelaku meledakkan bom yang dibawanya di dekat kerumunan demonstran, menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.
Demonstrasi Menuntut Keamanan
Aksi unjuk rasa tersebut digelar warga sebagai bentuk protes terhadap meningkatnya aktivitas kelompok militan di wilayah Swat.
Sejumlah demonstran menilai pemerintah belum bertindak cukup tegas untuk menjamin keamanan masyarakat. Mereka mendesak aparat memperkuat operasi pemberantasan kelompok bersenjata agar warga dapat kembali hidup tanpa ancaman kekerasan.
Juru bicara layanan darurat Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Bilal Faizi, mengatakan pelaku menyerang massa yang sedang menyuarakan slogan anti-milisi dan menyerukan perdamaian.
Belum Ada Kelompok yang Mengaku Bertanggung Jawab
Hingga kini belum ada organisasi yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Namun, sejumlah pihak menduga aksi bom bunuh diri itu dilakukan oleh Tahrik-e-Taliban Pakistan (TTP) atau Taliban Pakistan, kelompok yang dalam beberapa bulan terakhir kembali meningkatkan aktivitasnya di kawasan tersebut.
Lembah Swat sendiri pernah menjadi basis utama Taliban Pakistan sebelum militer melancarkan operasi besar pada 2007 yang berhasil merebut kembali wilayah tersebut.
Presiden Pakistan Kecam Serangan
Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif mengecam keras aksi bom bunuh diri tersebut.
Keduanya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memerangi terorisme serta menjaga stabilitas keamanan nasional.
Serangan di Swat menambah daftar panjang aksi kekerasan yang dalam beberapa waktu terakhir kembali menyasar aparat keamanan dan warga sipil di Pakistan.
Mengapa Swat Kembali Memanas?
Dalam beberapa bulan terakhir, wilayah Swat kembali mengalami peningkatan aktivitas kelompok militan. Kondisi tersebut memicu gelombang demonstrasi warga yang menolak kembalinya kelompok bersenjata dan mendesak pemerintah memperketat pengamanan.
Analis keamanan menilai situasi ini menunjukkan bahwa ancaman terorisme di kawasan barat laut Pakistan masih menjadi tantangan besar meskipun operasi militer telah berlangsung selama bertahun-tahun.
📌 Yang Perlu Anda Ketahui
- Bom bunuh diri di Distrik Swat, Pakistan, menewaskan sedikitnya 14 orang, termasuk delapan polisi dan enam warga sipil.
- Pelaku meledakkan bom setelah gagal memasuki Kantor Polisi Kabal, lokasi demonstrasi anti-milisi berlangsung.
- Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab, namun serangan diduga terkait aktivitas Tahrik-e-Taliban Pakistan (TTP) yang kembali meningkat di wilayah tersebut.