JAKARTA (TUAH) — Pemerintah Republik Indonesia secara resmi menerima pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Keputusan tersebut diumumkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi setelah Presiden Prabowo Subianto menerima surat pengunduran diri Perry yang disampaikan kepada pemerintah.
Seiring diterimanya pengunduran diri tersebut, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti ditunjuk sebagai Pejabat Sementara (Pj.) Gubernur Bank Indonesia hingga gubernur definitif ditetapkan sesuai mekanisme yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.
Keputusan ini mengakhiri kepemimpinan Perry Warjiyo yang telah memimpin bank sentral sejak 2018 dan memasuki periode jabatan keduanya yang sedianya berakhir pada 2028.
Presiden Terima Pengunduran Diri Perry Warjiyo
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden menerima pengunduran diri Perry Warjiyo disertai penghargaan atas pengabdiannya selama memimpin Bank Indonesia.
Pemerintah selanjutnya akan memproses penerbitan Keputusan Presiden (Keppres) mengenai pemberhentian secara hormat Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Dalam keterangannya, Perry Warjiyo mengundurkan diri atas alasan pribadi. Bank Indonesia menegaskan pengunduran diri tersebut dilakukan secara sukarela sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Bank Indonesia dan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).
Destry Damayanti Pimpin BI Selama Masa Transisi
Bersamaan dengan proses transisi kepemimpinan, Dewan Gubernur Bank Indonesia menetapkan Destry Damayanti sebagai pejabat sementara gubernur.
Sebagai Deputi Gubernur Senior, Destry akan menjalankan seluruh fungsi Gubernur Bank Indonesia hingga Presiden mengusulkan calon gubernur definitif yang kemudian harus memperoleh persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Destry menegaskan Bank Indonesia tetap berkomitmen menjalankan mandat menjaga stabilitas nilai rupiah, mengendalikan inflasi, serta memastikan stabilitas sistem keuangan nasional selama masa transisi kepemimpinan.
Pergantian Gubernur BI Jadi Sorotan Pelaku Pasar
Pengunduran diri Perry Warjiyo terjadi di tengah perhatian pasar terhadap kondisi perekonomian nasional dan pergerakan nilai tukar rupiah.
Sejumlah analis menilai pergantian pimpinan bank sentral menjadi momentum penting karena Bank Indonesia memegang peran strategis dalam menentukan arah kebijakan moneter, menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, serta mempertahankan kepercayaan investor.
Beberapa lembaga dan pengamat pasar juga menilai proses transisi ini akan menjadi perhatian investor, terutama terkait keberlanjutan independensi Bank Indonesia dan konsistensi kebijakan moneter ke depan.
Proses Penunjukan Gubernur Definitif
Sesuai mekanisme yang berlaku, Presiden akan mengajukan calon Gubernur Bank Indonesia kepada DPR untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebelum ditetapkan secara resmi.
Hingga proses tersebut selesai, kepemimpinan Bank Indonesia berada di tangan Destry Damayanti agar seluruh fungsi bank sentral tetap berjalan tanpa mengganggu stabilitas sektor keuangan maupun kebijakan moneter nasional.
📌 Yang Perlu Anda Ketahui
- Presiden Prabowo Subianto resmi menerima pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia setelah menerima surat pengunduran dirinya.
- Destry Damayanti ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia hingga gubernur definitif dipilih sesuai mekanisme perundang-undangan.
- Pergantian kepemimpinan BI menjadi perhatian pelaku pasar karena dinilai akan memengaruhi persepsi terhadap stabilitas kebijakan moneter dan independensi bank sentral Indonesia.